AG-user

20 Tahun Keluarga di Gowa Hidup Berdinding Karung

Rabu, 25 September 2019 21:33
20 Tahun Keluarga di Gowa Hidup Berdinding Karung
AG-User (Juminah Najah)

20 tahun, Warga Bajeng Gowa Jamaluddin Daeng Pole sekeluarga hidup tanpa listrik, berdindingkan karung, terpal, anyaman bambu lapuk, dan beralaskan tanah.

Rumah Warga Desa Maradekaya, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini memang sudah selayaknya mendapatkan renovasi. Sayangnya, meski dia kerja tiap hari, Ayah satu orang anak ini belum mampu merenovasi rumah sejak 20 tahun lalu.

20 tahun, Warga Bajeng Gowa Jamaluddin Daeng Pole sekeluarga hidup tanpa listrik, berdindingkan karung, terpal, anyaman bambu lapuk, dan beralaskan tanah.

Belum lagi, setiap musim hujan tiba, Jamaluddin harus sedia baskom agar air hujan yang masuk lewat sela-sela seng bocor tak membanjiri tiap ruangan di rumahnya. Namun, jika hujan tak berhenti mengguyur, tak jarang air hujan merendam rumah karena rumah ini berada pada dataran yang rendah.

Namun, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh tanam ini penghasilannya tak menentu.

Jika sesekali ada yang membutuhkan tenaganya, upah yang diterima selalu ludes digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak ada yang tersisa, bahkan kadang sering kurang. Pun hanya untuk memenuhi kebutuhan dapur agar bisa sekadar mengebul.

Sebagai buruh tani, tentu hanya bisa mendapatkan penghasilan jika musim tanam tiba. Dari upah yang dihasilkan, mereka hanya bisa memenuhi kebutuhan makan dan minum. Sementara untuk renovasi rumah, sangat jauh dari harapan dan kenyataan.

Melihat kondisi rumah pak Jamal, banyak pihak yang prihatin. Hingga akhirnya tim Rumah Zakat Sulsel berinisiatif untuk menggalang donasi untuk membantu merenovasi rumah Jamal sekeluarga.

Untuk menyalurkan donasi, klik tautan berikut: https://sharinghappiness.org/HidupBerdindingKarung

Juminah Najah

Juminah Najah

Media Relation Officer
Tags: Gowa Rumah Zakat
Baca Juga:
Komentar