AJI Makassar: Jurnalis Jangan Jadi Joki Politik

Kamis, 28 Desember 2017 01:24
AJI Makassar: Jurnalis Jangan Jadi Joki Politik
Alagraph

Logo Alagraph.com

Alagraph.com, Makassar - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar unjuk rasa di flayover, Jl AP Pettarani-Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (27/12/2017) siang.

Unjuk rasa kali ini bertemakan “Jurnalis bukan Juru Kampanye”, mengingat Sulawesi Selatan akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2018.

“Kehadiran kami disini untuk mengingatkan kepada jurnalis agar tetap bersikap independen,” ucap Koordinator lapangan, Mustafa Layong.

Menurut dia, jurnalis harus mengedepankan etika dan bersikap profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya. Pasalnya kedepan dikhawatirkan ada jurnalis yang akan terlibat dalam dukung mendukung salah satu pasangan calon di Pilkada mendatang.

“Jangan menjadi joki politik yang bisa mencederai profesi jurnalis,” tegas Koordinator Divisi Advokasi AJI Makassar ini.

Karena itu Mustafa menyarankan agar publik atau masyarakat pintar-pintar dalam memilih berita.

Sebab tahun 2017 ini banyak ditemukan jurnalis sudah menjadi juru kampanye salah satu calon di Pilkada.

“Jurnalis itu tugasnya membuat informasi yang benar kepada masyarakat bukan sosialisasi kepada salah satu pasangan calon,” ujarnya.

Sementara senior AJI Makassar, Alwy Fauzi mengungkapkan jika jurnalis ingin terlibat dalam politik praktis ada baiknya mengundurkan diri saja dari profesinya. Karena akan berdampak besar bagi masyarakat dalam menyajikan karya jurnalistiknya.

“Padahal kan jurnalis tak boleh memihak, harus netral bebas dari kepentingan,” kata jurnalis Trans Media ini.

Ia mengakui saat ini memang banyak politisi atau calon kepala daerah yang memiliki media. Sehingga melahirkan jurnalis-jurnalis instan yang belum pernah mengikuti pelatihan. “Inilah yang dimanfaatkan owner-owner di media,” tambahnya.

Diketahui jurnalis dalam menjalankan tugasnya ada Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 yang memberikan payung hukum serta kaidah dan etika jurnalis. Sehingga melarang untuk menerima suap serta intervensi kepentingan politik yang bisa berdampak pada karya jurnalistiknya.

“Nah ini yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang jurnalis.” (*)

Sumber: Alagraph

Tags: Kota Makassar Aliansi Jurnalis Independen AJI Makassar
Baca Juga:
Komentar