AG-user

AG-User

Anggota DPRD Bombana Berkelahi, "Itu Biasalah"

Selasa, 8 Januari 2019 18:38

Alagraph.com, Bombana- Video anggota DPRD ricuh adalah kejadian di Kabupaten Bombana. Anggota DPRD Bombana ricuh seusai rapat di ruang komisi, Senin(7/1/2019).

Anggota DPRD Kabupaten Bombana terlibat kericuhan di ruang komisi DPRD Bombana, Senin(7/1/2019). Perkelahian seusai rapat.

Lembaga Kajian Pembangunan Daerah Dan Demokrasi (LKPD) Sulawesi Tenggara angkat bicara soal kabar yang menyebutkan bahwa rapat di DPRD Kabupaten BombanaDirektur LKPD Muh Amsar menanggapi, keributan saat rapat di DPRD Bombana adalah hal biasa dan merupakan dinamika yang sering terjadi dalam sidang wakil rakyat dimanapun dan negara manapun.

Baca juga: Rumah Bantuan Pemda Bombana Roboh Diterjang Angin

Baca juga: Pemprov Sultra Hentikan Penambangan PT Tekonindo

"Yah ini hal biasalah, normal, ribut-ribut saat sidang, setelah itu mereka juga minum kopi bareng, ini hanya dinamika biasa yang sering terjadi di semua rapat wakil rakyat baik di dalam negeri maupun luar negeri, tidak usah dibesar-besarkan," kata Amsar.

Mantan aktivis HMI ini menjelaskan bahwa tidak tepat jika dinamika seperti itu direspon secara emosional oleh anggota-anggota DPRD lain apalagi sampai membuat laporan polisi.

"DPRD itu lembaga terhormat dan punya perangkat seperti badan kehormatan, jadi kalau ada masalah yah fungsikan itu untuk menyelesaikan, kan bisa diselesaikan secara internal untuk apa bikin laporan segala macam," urainya.

Terkait adanya sinyalemen bahwa dalam kericuhan itu Ketua DPRD sempat mencabut keris dan ada pihak luar yang menerobos masuk di ruang rapat, aktivis muda ini meragukan kebenarannya.

"Hati-hati menyimpulkan, jangan sampai ada pihak yang berniat memprovokasi keadaan, kalau ada keris pastilah pihak berwajib menyita, dan mengenai pihak luar ini mustahil karena DPRD pasti punya sekuriti untuk pengamanan internal kantor, jangan sampai hanya honorer, sopir, atau ajudan pimpinan DPRD baru disebut pihak luar, itukan keliru," jelas Amsar.

Diuraikan lebih lanjut oleh deklarator Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) ini bahwa di tahun politik Masyarakat harus dapat menahan diri dan lebih bijak merespon masalah serta tidak mudah terprovokasi.

"Ini tahun politik, masyarakat jangan mudah terprovokasi, elit juga harus lebih santun jangan hanya untuk kepentingan politik tertentu semua isu digoreng, intinya kita harus bisa menahan diri," urainya.

Amsar menyampaikan keyakinannya bahwa kekisruhan yang terjadi dapat diselesaikan dengam baik oleh anggota DPRD Bombana.

"Saya yakin kisruh di DPRD Bombana dapat diselesaikan secara internal dan kekeluargaan oleh wakil-wakil rakyat yang terhormat itu dan saya mau mereka membuktikan kualitas kecerdasan mereka," kata Amsar. (**)

Muh. Arham

Muh. Arham

Pemerhati Sosial-Politik dan Pembangunan Daerah
Tags: Bombana Sulawesi Tenggara DPRD Bombana
Baca Juga:
Komentar