AG-user

AG-User

Bahaya Hidup Instan

Kamis, 8 November 2018 06:24
Bahaya Hidup Instan
Ist

Ilustrasi

Alagraph.com- Instan adalah nama yang asing bagi kami anak-anak era 90-an. Dulu kami tak mengenal kunyit saset, merica saset bahkan roti saset. Saat membuat makanan bumbu dapur dihaluskan sendiri oleh sang ibu sebab tak ada bumbu instan.

Beda dengan sekarang, instan adalah kata yang begitu akrab di telinga generasi milinial. Hampir semua masyarakat dari kota hingga ke pelosok-pelosok desa pernah berhubungan dengan sesuatu yang instan. Dari mie sedap hingga daging olahan pernah menjadi bahan santapan mereka. Semuanya mudah didapatkan.

Kehidupan instan tidak hanya terbatas pada kebutuhan manusia akan makanan saja, tapi ia mulai meluas sampai pada cara memperoleh ijazah hingga memperoleh anak.

Praktek bayi tabung dan jual beli ijazah yang sering kali menjadi topik utama dalam pemberitaan, sudah jelas menggambarkan kehidupan instan mulai merembek ke seluruh kebutuhan manusia.

Apalagi, seiring berkembang ilmu dan teknologi yang memperkenalkan cara jual beli online. Manusiapun seakan tak mempunyai gerak lagi meski hanya untuk membeli sesuatu. Akhirnya, dengan perlahan mereka pun mulai tidak suka lagi memulai sesuatu dari proses atau hal kecil, melainkan yang sudah berada di atas.

Hal demikian merupakan efek negatif yang terjadi pada masyarakat yang dimanjakan dengan kehidupan serba instan.

Kebutuhan instan juga memengaruhi kehidupan suami istri. Sebagimana kita ketahui bersama, dulu dikenal seorang istri harus pandai membuat masakan atau makanan untuk sang suami tercinta. Namun kini berubah menjadi pandai memilih restoran untuk makan bersama.

Ikbal Tehuayo

Ikbal Tehuayo

Penulis pinggiran
Komentar