Bawaslu Butuhkan 805.062 Pengawas TPS di Seluruh Indonesia

Minggu, 10 Februari 2019 20:50
Bawaslu Butuhkan 805.062 Pengawas TPS di Seluruh Indonesia
Bawaslu/Tika

Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo saat Seminar Nasional Mewujudkan Keadilan Pemilu (Electoral Justice) pada Pemilihan Umum Serentak 2019, kerjasama Mahkamah Konstitusi dan Universitas Islam Indonesia, di Yogyakarta, Sabtu (9/2/2019).

Alagraph.com, Yogyakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan merekrut 805.062 Pengawas Tempt Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 514 kabupaten/kota, 7.201 kecamatan dan 83.370 desa/kelurahan di seluruh Indonesia.

"Begitu pentingnya tahapan pemungutan suara ini tentu membutuhkan orang-orang yang bisa melaksanakan tugas pengawasan pemungutan suara di TPS dengan baik," ujar Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo, Minggu (10/2/2019).

Ia menambahkan, perekrutan tersebut dalam menghadapi pemungutan dan penghitungan suara pada 17 April 2019 mendatang, sesuai Undang-Undang No 7 Tahun 2017, Pengawas TPS paling lambat dibentuk 23 hari menjelang hari pemungutan suara. 

Menurutnya, merekrut 805.062 orang tentu bukan pekerjaan yang mudah.

"Pelatihan bagi saksi ini kewenangan baru yang diberikan undang-undang yang tentunya menjadi tantangan bagi Pengawas Pemilu,” kata Dewi, dikutip dari Bawaslu saat Seminar Nasional Mewujudkan Keadilan Pemilu Electoral Justice pada Pemilihan Umum Serentak 2019, kerjasama Mahkamah Konstitusi dan Universitas Islam Indonesia, di Yogyakarta, Sabtu (9/2/2019) kemarin.

Bawaslu juga punya kewajiban melatih saksi peserta Pemilu di tiap TPS.

Bawaslu akan berupaya menghasilkan saksi yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengawal proses Pemilu 17 April 2019.


Editor: Badauni AP
Sumber: Bawaslu/alagraph

Tags: Bawaslu Pemilu 2019
Baca Juga:
Komentar