AG-user

AG-user

Berbagi Pengalaman Cairkan Duit STNK Senilai Rp 10 Juta, Klaim di Jasa Raharja

Selasa, 6 Februari 2018 11:45
Berbagi Pengalaman Cairkan Duit STNK Senilai Rp 10 Juta, Klaim di Jasa Raharja
Dok.Tribun-Timur

Ketika Rusli, korban tabrak lari di Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Wahidin Sudirohusodo, Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu (17/8/2016).(Dok.Tribun-Timur)

Alagraph.com, Makassar - Rabu (17/8/2016), saya mendampingi korban kecelakaan lalu lintas, Rusli, ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.

Rusli adalah korban tabrak lari pengendara mobil truk box di jalan poros Bone-Wajo, tepatnya daerah Compong E, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Selasa (16/8/2016) malam.

Pemuda nelayan tersebut berasal dari Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siatting E, Bone.

Sebelum ke Wahidin, tetangga kampung saya ini sempat dilarikan ke RSUD Tenriawaru, Watampone, Bone. Sekitar 20 kilometer dari lokasi kecelakaan.

Saat tiba di Wahidin, Rabu, Pukul 03.00 WITA, Rusli belum begitu sadarkan diri.

Ia mengalami luka menganga di bagian kepala, selangka memar merah kehitaman dan tulang siku kanannya bergeser.

Hasil foto pencitraan atau computed tomography (CT) scan, saraf nelayan tersebut juga bermasalah.

Pihak medis kemudian melakukan operasi. Selanjutnya, rawat inap selama hampir sepekan.

Kondisi Rusli berangsur pulih. Namun, biaya penanganan Rusli yang kemudian masalah berikutnya. Nilainya Rp 15 juta dan itu kurang terjangkau oleh pihak keluarga korban.

Pasien masuk ke Wahidin sebagai pasien umum. Pasalnya, dia tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan atau asuransi semacamnya.

Untuk itu, saya menanyakan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Rusli. Betul, dia punya STNK atas motor yang dikendarai saat kecelakaan.

Saya ambil STNK itu lalu melengkapi berkas-berkas berikutnya; data identitas KTP/Kartu Keluarga/data identitas lainnya, keterangan dokter, kwitansi biaya perawatan, dan laporan kecelekaan dari pihak kepolisian.

Berkas lengkap, barulah saya ke kantor Jasa Raharja, Jl Dr Sam Ratulangi No. 77, Makassar.

Di Jasa Raharja, pegawai menyodorkan formulir untuk dilengkapi. Setelah itu, tunggu koordinasi (konfirmasi) Jasa Raharja ke pihak Rumah Sakit.

Esoknya, Alhamdulilah, uang santunan Jasa Raharja untuk pemilik STNK bernama Rusli itu cair Rp 10 juta.

Artinya, keluarga pasien tinggal membayar Rp 5 juta. Hari kelima rawat inap, Rusli membaik dan dibolehkan pulang ke kampung halaman. 

Kini, Rusli pulih, kembali aktif melaut.

Hak Korban

Uang Rp 10 juta untuk Rusli itu adalah haknya sebagai pemilik STNK dan sebagai korban kecelakaan.

Anda yang membayar STNK, otomatis membayar pula Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Itu tertera di STNK, silakan dicermati.

Jasa Raharja sebagai perusahaan BUMN yang pengelola asuransi tersebut.

Duit asuransi yang didapat Rusli sesuai riwayat kasus medisnya dan tipe SWDKLLJ yang dia bayar. Artinya, nilai santunan berbeda, bergantung kondisi yang dialami.

Hak atas asuransi ini berdasarkan Ketetapan Menteri Keuangan RI No 36/PMK. 010/2008 dan 37/PMK. 010/2008. Rinciannya, berikut ini.

- Biaya rawat maksimal senilai Rp 10 juta

- Korban kecelakaan mengalami cacat, maksimal dapat Rp 25 juta

- Jika meninggal dunia Rp 25 juta plus penguburan Rp 2 juta.

Nilai di atas sebaiknya tidak digunakan, alias tidak kecelakaan. Tetaplah tertib berlalu lintas.

Jangan lupa, klaim asuransi di atas tidak berlaku jika laporan kepolisian menyatakan Anda bukan korban. Ya, asuransi Jasa Raharja berlaku untuk korban kecelakaan.

Untuk infomasi lebih lanjut, silakan jalan-jalan ke kantor Jasa Raharja terdekat. Demikian, semoga bermanfaat. (*)


Jumail M

Jumail M

Aktivis
Tags: Kota Makassar AG-user Kabupaten Bone RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo STNK Jasa Raharja
Baca Juga:
Komentar