Cegah Pengaturan Skor, PSSI Lahirkan Komite Adhoc Integritas

Minggu, 10 Februari 2019 20:23
Cegah Pengaturan Skor, PSSI Lahirkan Komite Adhoc Integritas
PSSI

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria danKetua Komite Adhoc Integritas PSSI, Ahmad Riyadh.

Alagraph.com, Jakarta - Ketua Komite Adhoc Integritas PSSI, Ahmad Riyadh akan melakukan lima pilar tugas pokok kerja demi menuntaskan persoalan pengaturan hasil pertandingan ataupun manipulasi pertandingan. 

"Program kerja yang pertama adalah aksi prevention atau hal-hal yang harus dilakukan untuk pencegahan. Kedua adalah manajemen resiko yang harus kita punya SPO yang jelas untuk setiap kompetisi di Indonesia dan juga hal-hal lainnya agar tidak merusak integritas sepak bola," kata Ahmad.

Komite Adhoc Integritas ini dibentuk PSSI untuk mencegah dan memerangi pengaturan skor maupun match fixing. 

Komite tersebut merupakan cikal bakal dibentuknya Departemen Integritas PSSI yang ditargetkan bisa terbentuk pada tahun 2020, Minggu (10/2/2019).

"Ketiga adalah information gathering, seperti apa prosedur kita dalam mencari informasi. Single poin of contactnya siapa, bagaimana pelaporan, bagaimana tindak lanjut. Keempatnya adalah investigasi apabila kita dari satu, dua, tiga hal itu menemukan hal-hal yang sekiranya bisa dinaikkan ke step berikutnya, maka kita akan mulai investigasi," katanya.

"Dan terakhir adalah disiplinary prociding. Seperti yang tadi kami sampaikan apakah disiplinary prociding tersebut akan masuk dalam yudisial PSSI, atau ranahnya hukum, atau ranahnya lain hal untuk bisa diinvestigasi ulang, itu akan diputuskan dalam ke lima step itu secara sirkular," jelas pria asal yang Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, dikutip dari PSSI.

FIFA memang sudah mengarahkan kepada para anggota mereka untuk membentuk Departemen Integritas sejak 2017 lalu. Karena itu, Komite Adhoc Integritas diharapkan segera bersinergi dengan Satgas Antimafia Bola yang dibentuk kepolisian.

Komite Adhoc Integritas PSSI beranggotakan Prof DR Abdul Rohmat Budiono, Brigjen Hilman, dan Daru Tri Sadono. 

Jajaran penasehat  Jenderal (Purnawirawan) Pol Badrodin Haiti, DR Noor Rochmat, Prof  M Soleh, dan Ahmad Riyadh bersama Azwan Karim menjadi ketua dan wakil ketua komite tersebut.


Editor: Badauni AP
Sumber: PSSI/Alagraph

Tags: PSSI Sepak Bola FIFA
Baca Juga:
Komentar