Diet Cinderella, Mimpi Body Sang Putri yang Ternyata Berbahaya

Sabtu, 31 Maret 2018 19:02
Diet Cinderella, Mimpi Body Sang Putri yang Ternyata Berbahaya
int

Ilustrasi

Alagraph.com, Siapa bilang kisah Cinderella hanya ada dalam dongeng? Di abad 21 ini, ternyata kisah Cinderella masih ada. Namanya diet Cinderella.

Apa hubungannya diet dan Cinderella ya?

Seperti yang digambarkan dalam dongeng, walaupun disiksa oleh ibu tirinya, Cinderella adalah gadis cantik nan langsing juga baik hati.

Dari tubuh langsing itulah cikal bakal nama diet ini Cinderella.

Dikutip dari laman hellosehat.com, Sabtu (31/3/2018) diet ini bersal dari Jepang dan sekarang jadi trend dan mulai bermunculan di media sosial.

Baca juga: Peneliti: Kurang Tidur Bikin Lemak Susah Menjauh

Tujuannya tak jauh berbeda dari diet umumnya. Tapi, diet ini membuat orang memiliki tubuh kurus bak Cinderella.

Kabarnya, diet ini meembuat indeks massa tubuh kurang dari 18 kg/m kuadrat atau di bawah batas normal.

Tak ada trik khusus untuk diet ini. Siapapun ditantang untuk memiliki indeks massa tubuh kurang dari 18. Tantangan ini disebut cinderella weight challenge.

Baca juga: Hasil Riset, Diet Vegan Aman bagi Penderita Diabetes 

Sementara itu, menurut kriteria orang Asia Pasifik, indeks yang normal adalah 18-22,9.

Jika di bawah iut, maka termasuk dalam kelompok kurus.

Menurut ahli gizi New York Gina Keatley, diet Cinderella bukanlah diet, melainkan tujuan ukuran tubuh yang tidak realistis.

Menurutnya, menjadi kurus bukan berarti sehat, tetapi sama saja buruknya dengan menjadi overweight (berat badan lebih).

Efek diet Cinderella

Kurang gizi

Jika Anda kekurangan berat badan justru ini mengindikasikan Anda mengalami kurang gizi. Kekurangan gizi ini yang akan memengaruhi berbagai kesehatan tubuh Anda, seperti terjadinya anemia dan kekurangan vitamin.

Menurunnya kekebalan tubuh

Penelitian menunjukan bahwa ditemukan hubungan antara meningkatnya risiko infeksi dengan kondisi kurus.

Orang yang kurus dalam arti memiliki indeks massa tubuh di bawah normal lebih memiliki tanggapan kekebalan tubuh yang tidak cukup.

Osteoporosis

Dilansir dari laman Healthline, kurus berisiko mengalami kepadatan tulang yang rendah dan osteoporosis.

Sebuah penelitian tahun 2016 pada para wanita pramenopose menemukan bahwa menemukan bahwa wanita yang kurus memiliki kepadatan tulang lebih rendah daripada wanita yang punya IMT normal.

Tidak subur

Wanita yang memiliki indeks massa tubuh rendah di bawah normal akan meningkatkan risiko untuk mengalami amenorrhea yakni kondisi di mana tidak terjadinya menstruasi dan gangguan siklus menstruasi.

Kemampuan berpikir menurun

Dilansir dalam laman NHS UK, kemampuan berpikir juga bisa dipengaruhi oleh kondisi berat badan kurus.

Otak pada dasarnya membutuhkan banyak energi agar dapat berfungsi dengan baik. Sedangkan pada orang yang kurus mereka memiliki energi yang kurang.

(Hello Sehat/Healthline dan sumber lainnya)

Editor: Ramdha Mawaddha

Tags: diet Diet Vegan kesehatan
Baca Juga:
Komentar