Dubes RI untuk Australia Sebut Sulsel Punya Peluang Kerjasama Ekonomi

Selasa, 29 Januari 2019 03:25
Dubes RI untuk Australia Sebut Sulsel Punya Peluang Kerjasama Ekonomi
Unhas

Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu memberikan kuliah umum di Unhas, Senin (28/1/2019).

Alagraph.com, Makassar- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas menggelar kuliah umum bertema “Peluang Kerja Sama Sulawesi Selatan dengan Australia“ di ruang Senat lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Senin ( 28/1/2019).

Kuliah umum menghadirkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Kristiarto S. Legowo sebagai narasumber utama.

Dubes RI didampingi Atase Pendidikan KBRI Australia, Imran Hanafi, yang juga dosen Ilmu Hubungan Internasional Unhas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FISIP Unhas, Prof Dr Armin Arsyad,  Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Richard Mathews,  perwakilan DPRD Sulsel, Yusran Paris, serta para dosen dan mahasiswa Unhas.

Prof Armin Arsyad mengatakan, kuliah tamu ini merupakan salah satu rangkaian acara Dies Natalis FISIP Unhas yang ke-58, yang acara resminya akan dilaksanakan pada 1 Februari 2019.

Dalam sambutan pemgantarnya, Armin mengatakan kuliah tamu memberikan manfaat yang besar bagi sivitas akademika, antara lain memberikan wawasan dan pencerahan pada peserta yang hadir, khususnya mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional.

"Momentum ini juga memberikan peluang kerja sama antara Kedubes Indonesia di Australia dengan FISIP Unhas dalam bentuk magang, kegiatan KKN Internasional, penelitian internasional, serta kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Australia," kata Armin dalam keterangan tertulis yang diterima Alagraph.

Dalam kuliah umumnya, Dubes Kristiarto menjelaskan empat prioritas diplomasi Indonesia, yakni Keutuhan dan integritas wilayah NKRI, pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri, diplomasi ekonomi, serta kontribusi Indonesia bagi dunia.

"Australia adalah aset penting bagi Indonesia untuk mewujudkan keempat prioritas diplomasi tersebut," kata Dubes Kristiarto.

Bagi Sulsel sendiri, Australia memberikan peluang kerja sama yang menguntungkan. Beberapa di antaranya di bidang ekonomi

Baca juga: Mengapa Tikus Jadi Simbol Korupsi

Salah satu peluang ekonomi yang bisa ditawarkan Sulsel ke negeri Kanguru itu adalah promosi produk lokal Sulsel, khususnya kopi Toraja.

“Kopi dari Sulawesi Selatan ini, kopi Toraja, terkenal sekali. Pangsa pasar kopi di Australia ini besar sekali. Australia itu negara ke-16 terbesar sebagai importir kopi. Ini harus mampu kita isi,“ ungkap Kristiarto.

Ia menambahkan, di mata Australia, Makassar itu memiliki arti yang penting. Potensi dan posisinya sangat strategis di kawasan Indonesia bagian timur. 

“Kalau Makassar tidak penting, Australia tidak akan repot-repot buang biaya untuk buka kantor di sini. Nah, ini kalau kita tidak respons dengan sesuatu tindakan yang bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat di provinsi Sulawesi Selatan sangat disayangkan,“ katanya.

Baca juga: Sejumlah Pelatih Dikirim ke Spanyol untuk Program Pengembangan Pelatih

Di bidang pendidikan, Kristiarto Legowo merasa amat senang mendengar kerja sama Unhas dengan berbagai universitas di Australia. 

Kerja sama itu tentu akan mempererat hubungan kerja sama Indonesia dan Australia.

Selain itu, kata Kristiarto, masyarakat Sulsel  memiliki peluang untuk bekerja di Australia melalui skema working holiday visa yang jumlahnya akan ditingkatkan secara bertahap ke angka lima ribuan per tahun.

Di akhir paparannya, Dubes Indonesia untuk Australia tersebut menjelaskan strategi mengikuti seleksi rekrutmen di Kementerian Luar Negeri. (*)

Editor: Sriwidiah Rosalina Bst
Sumber: Alagraph

Tags: Budes RI untuk Australia ekonomi Sulsel
Komentar