AG-user

AG-User

Garda Tipikor Gelar Aksi Damai Peringati 2 Tahun Kasus Novel Baswedan

Senin, 15 April 2019 12:16
Garda Tipikor Gelar Aksi Damai Peringati 2 Tahun Kasus Novel Baswedan
AG-User (Sukardi)

Penandatanganan petisi oleh masyarakat bersama Garda Tipikor dalam memperingati 2 Tahun Kasus Novel Baswedan.

Puluhan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam organisasi Gerakan Radikal Anti Tindak Pidana Korupsi (Garda Tipikor) melaksanakan Aksi Damai dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Pantai Losari, Makassar, Sulsel, Minggu (14 April 2019).

kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati 2 Tahun kasus Novel Baswedan yang tak kunjung selesai.

Kegiatan Aksi Damai berlangsung mulai Pukul 07.00-09.00 Wita.

kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Garda Tipikor terhadap Novel Baswedan (salah satu penyidik senior KPK) yang menjadi korban penganiayaan oleh orang yang tak dikenal tepatnya pada 11 April 2017 dengan cara penyiraman air keras ke wajah korban usai melaksanakan salat subuh di komples perumahannya.

Aksi ini merupakan kecaman keras terhadap segala bentuk intervensi kepada KPK termasuk para pegawai KPK yang selama ini dikenal keras dan tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum terhadap para pejabat yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi.

Dalam kegiatan ini Garda Tipikor membentangkan spanduk petisi sebagai bentuk pernyataan dukungan terhadap penyelesaian kasus Novel Baswedan yang hingga saat tidak kunjung usai.

Petisi tersebut memuat 2 tuntutan keras yakni meminta pemerintah segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta mengecam segala bentuk intervensi dan pelemahan KPK secara kelembagaan dan intervensi kepada para pegawai KPK.

Mahasiswa yang melakukan aksi tersebut juga mengajak masyarakat setempat yang sedang melaksanakan (CFD) untuk ikut bertandatangan sebagai bentuk dukungan dari masyarakat Kota Makassar terhadap peristiwa yang menimpa Novel Baswedan. tercatat ratusan orang ikut bertandatangan dalam petisi tersebut.

Selain penandatanganan petisi, para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Garda Tipikor juga melakukan orasi secara bergantian, musikalisasi puisi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan sebagai bentuk dukungan moril terhadap penyelesaian kasus Novel Baswedan.

"Kita sebagai mahasiswa memiliki fungsi soscial of control sehingga kita harus peka terhadap isu-isu korupsi yang tak kunjung diselesaikan di indonesia, sebab ketika mahasiswa hanya bisa tinggal diam maka negara ini tidak akan pernah seutuhnya menjadi negara hukum yang benar-benar tegak berdasarkan hukum, sehingga saya mengajak kepada masyarakat untuk kita sama-sama berjuang untuk pemberantasan koruopsi di Indonesia dengan ikut bertandatangan di petisi ini," ungkap Dhandi selaku Korlap Aksi Damai saat menyampaikan orasi dan ajakan penandatanganan petisi kepada masyarakat di CFD.

"Hari ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja dalam hal pemberantasan Tipikor, bukan saja korupsi yang semakin merajalela akan tetapi saat ini aparat penegak hukum khususnya yang menangani perkara-perkara korupsi besar selalu menjadi incaran atau target para mafia-mafia koruptor yang tidak senang dengan perjuangan pemberantasan tindak pidana korupsi," ungkap Desak Putu Ayunda Putri saat menyampaikan orasi.

Sukardi

Sukardi

Mahasiswa fakultas hukum universitas hasanuddin
Tags: Garda Tipikor Unhas Novel Baswedan KPK Antikorupsi
Komentar