Home ยป Sains

Hujan Meteor dan Peristiwa Langit Keren yang Menanti di Tahun 2018

Kamis, 4 Januari 2018 21:16
Hujan Meteor dan Peristiwa Langit Keren yang Menanti di Tahun 2018
freeimages.com

Fenomena Super Moon menyapa penduduk bumi di awal tahun 2018

Alagraph.com - Penduduk Bumi bakal dianugerahi sejumlah pemandangan menarik di langit selama tahun 2018. Setidaknya ada dua peristiwa gerhana dan beragam hujan meteor.

Tidak perlu berburu ke belahan dunia lain untuk menikmati sajian alam ini. Sebab sebagian besar bakal dapat disaksikan langsung di belahan langit selatan, termasuk Indonesia.

Berikut sejumlah peristiwa langit di tahun 2018 yang layak dinantikan, seperti dirangkum dari Deutsche Welle, Kamis (4/1).

Super Moon

Fenomena Bulan Super telah menghibur manusia di malam pergantian tahun. Masing-masing di tanggal 1 Januari pada belahan langit barat dan 2 Januari di langit timur. Pada hari-hari ini bulan akan mengorbit Bumi dari jarak yang paling dekat dan sebab itu akan tampak lebih cerah dan lebih besar dari biasanya. Fenomena serupa akan berulang pada tanggal 31 Januari.

Gerhana Bulan Total

Pada akhir Januari penduduk Indonesia akan dapat menyimak gerhana bulan total. Fenomena unik ini muncul ketika bulan menghilang secara perlahan di balik bayangan Bumi dan kembali tampil dengan warna merah atau kecokelatan. Di Indonesia gerhana bulan total bisa disimak pada 31 Januari mulai pukul 19:00 hingga 21:00 WIB.

Untuk kedua kalinya di tahun 2018 penduduk di belahan langit selatan bisa menyimak Gerhana Bulan Total, meski hanya untuk sesaat. Fenomena ini muncul di Indonesia pada pukul 02:13, mencapai puncaknya pada pukul 03:20 dan berakhir pada pukul 04:13 WIB.

Eta Aquarid

Saban tahun Bumi disambangi Eta Aquarid, sebuah fenomena hujan meteor yang pada puncaknya bisa menampilkan hingga 60 kilatan meteor per jam. Peristiwa tahunan ini tercipta ketika partikel debu yang ditinggalkan ekor komet Halley terbang melewati atmosfir Bumi. Puncak hujan meteor di langit selatan akan terjadi pada tanggal 6 Mei menjelang matahari terbit.

Oposisi Jupiter

Raksasa gas terbesar di tata surya ini akan tampil di jarak terdekat dengan Bumi pada 9 Mei 2018. Pada saat itu Jupiter akan berada di posisi yang bersebrangan dengan matahari dan sebabnya akan bisa dilihat sepanjang malam. Ini adalah kesempatan terbaik buat mengamati Jupiter dan empat bulan terbesarnya, yakni Io, Europa, Ganymede dan Callisto.

Oposisi Mars

Pertengahan tahun ini Mars akan berada di posisi terdekat dari Bumi. Saat itu cahaya Matahari akan menyinari permukaan planet merah itu secara penuh dan sebabnya terlihat mencolok di langit Bumi. Oposisi Mars biasanya muncul setiap 780 hari atau 26 bulan. Tanpa teleskop, peristiwa unik ini bisa disimak dengan mata telanjang di daerah gelap dan jauh dari polusi cahaya perkotaan.

Hujan Meteor

Di penghujung tahun Bumi akan disinggahi beragam hujan meteor. Dimulai dengan Delta Aquarid pada 28 Juli, manusia bisa menyimak kedatangan hujan meteor Perseid pada 12 Agustus, Drakonid pada 8 Oktober, Taurid pada 5 November, Leonid pada 17 November dan Geminid pada 13 Desember 2018.

Sumber: Deutsche Welle

Tags: Astronomi gerhana bulan hujan meteor
Baca Juga:
Komentar