Jembatan Watu Cenrana Rusak Parah , Sudah Lima Tahun Diabaikan Bupati Bone

Senin, 3 Desember 2018 10:48

Alagraph.com, Cenrana- Sudah lima tahun lebih Bupati Bone Fashar abaikan Jembatan Watu, Kecematan Cenrana, Bone.

Jembatan yang dulunya beraspal, kini tinggal berbahu patahan-patahan kayu lapuk. Kondisi sudah sangat memprihatinkan.

Kemarin, Minggu (2/12/2018) ibu dan bayinya terporosok ke lubang mengaga jembatan ini. Beruntung keduanya tak sampai jatuh ke sungai.

Beberapa jam kemudian, sejumlah mobil ikut terperangkap, ban keprosok ke lubang jembatan.

Seorang ibu dan bayinya jatuh ke dalam lubang Jembatan Watu di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulsel, Minggu (2/12/2018).

"Termasuk mobil kakak saya yang saya tunjukkan lewat foto ini," kata warga Cenrana, Munawir, kepada Alagraph.com, Senin (3/12/18).

Jembatan Watu adalah jembatan utama, penghubung pusat Kecamatan Cenrana dan Ibu Kota Bone, Watampone.

Cenrana kecamatan besar di Bone, dengan total 27 desa. Cenrana adalah eksportir kepiting terbaik Indonesia (sebelum era Jokowi).

Mobil seorang warga Kecamatan Cenrana terperosok ke lubang Jembatan Watu. Diketahui sejak dua bulan terakhir jembatan tersebut bolong.

Baca juga: Ibu dan Bayinya Korban Jembatan Rusak Watu Bone

Sekitar satu kilometer dari jembatan ini, ada istana sekaligus makam Raja Bone ke-16, La Patau Matanna Tikka WalinonoE To Tenri Bali MalaE Sanrang MatinroE ri Nagauleng. Raja penerus Arung Palakka.

Selama Fahsar menjabat pucuk pemerintah Bone, jembatan Watu tak pernah diperbaiki.

Bahkan sejak era  Muh Idris Galigo menjabat bupati Bone, 2003-2013. Periode pertama Idris berpasangan Fahsar, kemudian Andi Fahsar Padjalangi bupati Bone sejak 2013 sampai sekarang.

Kondisi terkini jembatan di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Jumat (23/11/2018). [Alagraph]

Sudah Dua Bulan Bolong

Jembatan Watu ternyata sudah dua bulan terakhir bolong. Warga yang hendak melintas di jembatan yang tingginya 7 meter ini pun harus hati-hati.

"Mobil masih lewat tapi harus ekstra hati-hati," kata warga Cenrana Irham Ihsan kepada Alagraph, Sabtu (24/11/2018). 

Kondisi jembatan sudah diadukan ke pemerintah namun belum mendapat respon. Padahal, kata Irham, Camat Cenrana A. Adnan tiap hari melintasi jembatan tersebut.

Kondisi terkini jembatan di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Jumat (23/11/2018). [Alagraph]

Jembatan Watu dibangun pada 1995 kemudian rampung pada 1996. Sejak jembatan tersebut dapat diakses, sudah beberapa kali ada renovasi.

"Direnovasi tapi asal-asalan. Paling lama bertahan tiga bulan rusak lagi," kata Irham.

Baca juga: Jembatan Watu Cenrana Sudah Dua Bulan Bolong

Cenrana Menyimpan Surga yang Terabaikan

Kecamatan Cenrana ternyata menyimpan potensi ekonomi besar. Kecamatan ini sumber penangkaran utama kepiting bakau yang berkualitas ekspor. 

Beberapa desa penghasil kepiting adalah Desa Pallime,  Labotto, Cakkeware, Laoni, Pusunge, dan Desa Panyiwi.

Dikutip Alagraph dari Tribun Timur, kepiting dari kawasan ini diekspor ke berbagai negara, termasuk Jepang, Singapura dan China.

Lahan tambak di Kecamatan Cenrana mencapai 2.174 hektar atau sama dengan 15,14 persen dari total luas Cenrana. Kawasan ini mengekspor kepiting rata-rata 1,717.1 ton ke Jepang dan Cina per tahunnya.

Dikutip  dari Kompas.com, Desa Pallime adalah sumber sumber penangkaran utama kepiting bakau. Desa Pallime yang merupakan kawasan pesisir utara Teluk Bone ini melakukan penangkaran kepiting di hamparan tambak yang luas.

Tanahnya yang lembab serta memiliki muara Sungai Walannae cukup membuat kepiting bakau menjadikan kawasan ini menjadi habitatnya. (Didit Hariyadi/Alagraph)

Penulis: Didit Hariyadi
Editor: Ramdha Mawaddha
Sumber: Alagraph

Tags: Cenrana Jembatan Watu Cenrana
Baca Juga:
Komentar