Kandang.in, Platform Investasi di Bidang Peternakan

Selasa, 5 Maret 2019 07:07
  • Kandang.in, Platform Investasi di Bidang Peternakan
    Ist

    Platform Kandang.in

  • Kandang.in, Platform Investasi di Bidang Peternakan
    Ist

    Platform Kandang.in

Alagraph.com- Startup Kandang.in menyediakan platform investasi syariah di bidang peternakan yang menghubungkan antara peternak potensial di daerah dengan investor di perkotaan.

Platform ini mengelola dana investor, melakukan pembinaan dan pelatihan untuk para peternak, dan memberikan bantuan untuk modal awal peternak.

Founder Kandang.in Gilang Kurniaji mulai membangun  Kandang.in  berangkat dari hasil observasi sederhana. Gilang yang kala itu sedang melakukan tur antarprovinsi melihat banyak kandang peternakan yang kosong di desa-desa yang ia lalui. 

Banyaknya kandang yang kosong karena peternak kesulitan mendapatkan modal usaha.

"Meminjam ke bank tidak menjadi pilihan karena syaratnya banyak dan sulit, demikian juga dengan meminjam ke rentenir, bunganya tinggi sekali," kata Gilang.

Baca juga: Cara Warga Selayar Bikin Pakan Fermentasi

Melihat masalah tersebut Gilang tidak langsung terpikir untuk membuat Kandang.in, ia justru memutuskan untuk mencoba langsung menginvestasikan uangnya di salah satu peternak di kampung halamannya.

Setelah itu Gilang mendaftarkan diri ke Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Harapannya untuk membuat platform yang menghubungkan investor dan peternak dengan menggunakan konsep investasi syariah, dapat divalidasi dan direalisasikan.

Kandang.in bertujuan membantu para peternak di desa yang kekurangan modal. Selain juga membantu mengatasi defisit daging nasional sebesar 40 persen.

Atas niat tersebut tidak menghalangi Kandang.in dalam menemukan berbagai kendala dalam membangun bisnisnya.

Membangun Kandang.in

Karena tidak memiliki latar belakang keahlian di bidang peternakan, kadang membuat Gilang mengalami kesulitan dalam hal operasional dan strategi bisnis.

Namun, kendala tersebut tidak menghentikan langkah Gilang bersama dua co-foundernya, Ginanjar dan Fransiskus. 

Mereka berinisiatif untuk mengikuti berbagai pelatihan mengenai bisnis peternakan. Selain itu mereka juga terbuka untuk menerima pihak yang ahli di bidang peternakan untuk bekerja sama dengan mereka, asal tetap memiliki visi dan misi yang sama.

Saat ini, start up kandang.in telah mengelola investasi sebesar kurang lebih Rp 5 miliar dengan membantu 100 peternak di seluruh daerah di Indonesia. 

Kandang.in melakukan kerjasama dengan mitra- mitra peternak untuk menjamin kesuksesan investasi yang di tanamkan. Telah menggandeng 100 mitra dan memiliki 25 kelompok peternak.

Mitra-mitra peternaknya sendiri kebanyakan tersebar di kota besar seperti Jawa Barat, Lombok, Madura, Blitar, Tulungagung, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Layanan kandang.in juga bisa diakses di seluruh Indonesia karena merupakan platform investasi peternakan berbasis online. 

Gilang sellaku Chief Executive Officer Kandang.in telah membantu mendanai peternak-peternak di berbagai sektor peternakan seperti penggemukan sapi, domba qurban, ayam kampung super, ayam petelur, budidaya gurami dan ikan koi serta ayam broiler.

Aplikasi yang juga tersedia untuk Android, akan muncul proyek-proyek pendanaan. Proyek yang masuk ke dalam pendanaan merupakan proyek yang sudah dikurasi dan di evaluasi dengan berbagai tahapan.

Calon investor dapat memilih proyek yang akan didanai melalui website atau aplikasi dan akan muncul profil peternak, analisa bagi hasil dan prospectus investasinya.

Investor cukup menyiapkan dana mulai dari Rp 500 ribu untuk nilai minimal nominal investasi. 

Setelah selesai memesan dan melakukan pembayaran terdapat laporan periodik yang bisa diakses serta laporan keuangan dan bagi hasil.

Gilang mengaku sejak pertama kali didirikan platform tersebut, perkembangannya cukup baik. Walaupun belum optimal namun 1 tahun belakangan ini pihaknya telah mengelola investasi sebesar Rp 1,5 miliar. 

Baca juga: Delegasi Vietnam Pelajari Koperasi Persusuan di Indonesia

Dilansir dari kontan.co.id, Gilang mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berjalan dengan sistem bootstrapping dari dana pribadi. 

Adapun bantuan dana dari Angel Investor namun masih dalam bentuk pinjaman lunak yang digunakan sebagai pengembangan usaha dan operasional. 

“Sampai sekarang kami belum melakukan fundraising, Insyallah jika ada investor yang tertarik untuk bergabung sangat terbuka untuk bekerjasama,” tuturnya. 

Kandang.in menggunakan akad sesuai syariah islam dengan menggunakan akad mudharabah atau bagi hasil. Persentase bagi hasil disesuaikan dengan jenis peternakan yang didanai. Variasinya mulai dari 50:50, 70:30 atau 60:40. 

Adapun biaya ujrah penggantian survei, evaluasi dan survei onboarding peternak yang dikenakan sekitar 1% dari nilai investasi yang dibayarkan diawal kepada manajemen kendang.in. 

Kandang.in merupakan salah satu peserta lolos seleksi Bootcamp pada Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Bandung pada 2017 lalu. 

Bootcamp Bandung diikuti oleh 13 tim. Melalui rangkaian penilaian dan seleksi, pada Bootcamp Bandung terpilih tiga tim yang lolos langsung ke tahap Inkubasi. Ketiga tim tersebut adalah Start Zakat, Daki Uki dan Kandang.in.  (Hardianti Jamal/Detik.com/Kontan.co.id/Alagraph)

Penulis: Hardianti Jamal
Editor: Sriwidiah Rosalina Bst

Tags: Peternakan Kandang.in Startup
Baca Juga:
Komentar