Home ยป Sains

Lubang Hitam Bakal Terlihat Pertama Kali Dalam Sejarah

Sabtu, 13 Januari 2018 01:46
Lubang Hitam Bakal Terlihat Pertama Kali Dalam Sejarah
nasa.gov

Ilustrasi lubang hitam

Alagraph.com - Dalam 12 bulan ke depan, astrofisikawan percaya bahwa mereka dapat melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan bisa berimplikasi luas bagi pemahaman kita tentang alam semesta.

Lubang hitam adalah titik di luar angkasa dengan tarikan gravitasi yang begitu kuat sehingga cahaya pun tak bisa lepas darinya.

Dulu, Albert Einstein memrediksi adanya lubang hitam dalam teorinya tentang relativitas umum, tapi bahkan dia pun tidak yakin bahwa itu benar-benar ada.

Dan sejauh ini, tidak ada yang mampu menghasilkan bukti nyata yang mereka lakukan.

The Event Horizon Telescope (EHT) bisa mengubah itu.

EHT merupakan sistem jaringan teleskop yang tersebar di seluruh dunia.

Dengan bekerja selaras, perangkat ini bisa menyediakan semua komponen yang diperlukan untuk menangkap gambar lubang hitam.

"Pertama, Anda memerlukan perbesaran (zoom) ultra tinggi-setara dengan bisa menghitung lesung pada bola golf di Los Angeles saat Anda duduk di New York," kata Direktur EHT Sheperd Doeleman dikutip Alagraph dari Futurism.

Selanjutnya, kata Doeleman, Anda butuh cara untuk melihat melalui gas di Bima Sakti dan gas panas di sekitar lubang hitam itu sendiri.

Itu membutuhkan teleskop sebesar Bumi, dan di situlah EHT ikut bermain.

Tim EHT menciptakan "teleskop seukuran Bumi virtual," kata Doeleman, menggunakan jaringan antena individu yang tersebar di seluruh planet ini.

Mereka menyinkronkan perangkat sehingga mereka dapat diprogram untuk mengamati titik yang sama di ruang pada waktu yang sama dan mencatat gelombang radio yang mereka deteksi ke harddisk.

Idenya adalah bahwa, dengan menggabungkan data ini di kemudian hari, tim EHT dapat menghasilkan gambar yang sebanding dengan yang bisa diciptakan dengan menggunakan teleskop seukuran Bumi tunggal.

Pada bulan April 2017, tim EHT menempatkan teleskop mereka untuk diujicoba untuk pertama kalinya.

Selama lima malam, delapan piring di seluruh dunia mengarahkan perhatian mereka pada Sagitarius A * (Sgr A *), sebuah titik di tengah Bima Sakti yang menurut periset adalah lokasi lubang hitam supermasif.

Data dari Teleskop Kutub Selatan tidak sampai ke MIT Haystack Observatory sampai pertengahan Desember karena kurangnya arus kargo keluar dari wilayah tersebut.

Kini setelah tim memiliki data dari semua delapan antena radio, mereka dapat memulai analisis mereka dengan harapan menghasilkan gambar pertama lubang hitam.

Membuktikan Teori Einstein

Tidak hanya bayangan sebuah lubang hitam yang membuktikan bahwa benda itu memang ada, namun juga akan mengungkapkan wawasan baru ke alam semesta kita.

"Dampak lubang hitam di alam semesta sangat besar," kata Doeleman.

"Sekarang diyakini bahwa lubang hitam supermasif di pusat galaksi dan galaksi yang mereka tinggali berkembang bersama selama masa kosmik, jadi mengamati apa yang terjadi di dekat cakrawala peristiwa akan membantu kita memahami alam semesta dengan skala yang lebih besar."

Ke depan, peneliti bisa mengambil gambar dari satu lubang hitam dari waktu ke waktu.

"Ini akan memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan apakah teori relativitas umum Einstein benar terjadi di batas lubang hitam, dan juga mempelajari bagaimana lubang hitam tumbuh dan menyerap materi," kata Doeleman.

"Tentu saja, kami tidak menjamin apa yang akan kita lihat, dan alam bisa membuat kita melengkung. Namun, EHT sekarang berdiri dan berjalan, jadi dalam beberapa tahun ke depan, kami akan berupaya membuat gambar untuk melihat seperti apa lubang hitam itu," katanya kepada Futurism.

Belum keterangan tentang kapan berakhirnya proyek ini. Tak soal tim EHT melewati garis finish pada 2018. (*)

Sumber: Futurism

Tags: luar angkasa lubang hitam bima sakti
Baca Juga:
Komentar