AG-user

Hukum Menjual atau Mengupah dengan Daging Kurban

Minggu, 26 Juli 2020 10:34
Hukum Menjual atau Mengupah dengan Daging Kurban
int

Proses pembagian daging kurban

Menjual atau mengupah dengan daging kurban, bolehkah?

Pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso Dr Muh Aydi Syam punya ulasan perihal tersebut.

Bismillah ...,

1) بَعَثَنِي النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، فَقُمْتُ علَى البُدْنِ، فأمَرَنِي فَقَسَمْتُ لُحُومَهَا، ثُمَّ أمَرَنِي فَقَسَمْتُ جِلَالَهَا وجُلُودَهَا ، ... عن عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عنْه، قالَ: : "...، ولَا أُعْطِيَ عَلَيْهَا شيئًا في جِزَارَتِهَا (رواه البخاري: 1716) 

و قَالَ: "نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا" (متفق عليه)

Artinya:

"Nabi Saw mengutusku, lalu aku mengurusi onta-onta (kurbannya). Beliau perintahkan aku, maka aku membagi daging kurbannya, kemudian beliau perintahkan aku lagi, maka aku membagi lagi jilalnya (kulit yang ditaruh pada punggung onta untuk melindungi dari dingin) dan kulit-kulit ontanya ... Dari Ali r.a., beliau berkata, "..., aku tidak memberi sedikitpun dari hasil sembelihan kurban kepada tukang jagalnya" (H.R. al-Bukhariy: 1716). Ali bin Abi Talib berkata, "aku memberi (upah kepada) kepada tukang jagalnya (penyembelih) dari (uang milik) aku sendiri" (H.R. Muttafaq 'alaih).

2) أن النبي صلى الله عليه و سلم أمر بقسم جلودها و نهى عن بيعها فقال: "... مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلَا أُضْحِيَّةَ لَهُ" (رواه الحاكم و البيهقي و أحمد)

Artinya:

Bahwasanya Nabi Saw. memerintahkan untuk membagi kulit-kulit sembelihan kurban dan melarang untuk menjualnya. Beliau bersabda, "Barang siapa yang menjual kulit daging hewan kurbannya, maka tidak ada kurban baginya" (H.R. al-Hakim, al-Baihaqiy, dan Ahmad).

Penjelasan:

     1) Hadis pertama "shahih" menurut Imam al-Bukhariy dan Imam Muslim, sementara hadis ke-2 juga "shahih isnad-nya" menurut Imam al-Hakim. Keduanya amat akurat untuk dijadikan hujjah (pijakan hukum).

     2) Hadis pertama memberi isyarat bahwa:

a) kurban itu bisa diwakilkan kepada seseorang yang amanah untuk menunaikan kurban kita,

b) kurban itu mesti dibagi semua yang ada pada hewan kurban selagi ada manfaat atau nilainya, termasuk jilal, kulit, dll.

c) tidak boleh sedikit pun ada dari bagian hewan kurban itu dijadikan upah.

d) penyembelih kurban boleh diberi upah dari uang pribadi orang yang berkurban, tidak boleh dari bagian sembelihan kurban.

     3) Hadis ke-2 menegaskan:

a) muatan hukum hadis pertama tentang harusnya membagi semua bagian dari hewan sembelihan kurban itu termasuk kulitnya;

b) tidak boleh ada dari bagian sembelihan kurban itu yang diperjual-belikan (dibisniskan);

c) barang siapa yang menjual/mengupah dengan mengambil bagian dari sembelihan kurbannya, maka tidak ada lagi kurban baginya karena dianggap sudah tidak sempurna 1 ekor. Hewan yamg cacat saja tidak boleh, apatah lagi yang hilang sama sekali bagian tubuhnya karena dijual atau digunakan untuk mengupah.

     4) Larangan menjual/mengupah dengan bahagian dari sembelihan kurban hanya dikhususkan kepada orang yang berkurban.

     5) Orang yang menerima bagian kurban (mustahiq), boleh saja menjual, mengupah, menukar bagian kurbannya andai itu dibutuhkan. 

و الله أعلم بالصواب

Pesan Moral:

     Hindarilah menjual dan mengupah dari sembelihan kurban karena kurban ini bukan komuditi bisnis, melainkan ini adalah ibadah yang diikat oleh aturan yang ketat. Sembelihan kurban intinya hanya dimakan oleh yang berkurban dan disedekahkan kepada orang lain. 

     Semoga Allah membimbing kita semua untuk menyempurnakan ibadah kita sesuai tuntunan syari'at-Nya yang mulia.

و الله المستعان و عليه التكلان

SALAM SILATURRAHIM

Andi Taufiq Eka Putra

Andi Taufiq Eka Putra

Wiraswasta bidang konstruksi
Tags: Kurban Iduladha
Baca Juga:
Komentar