Murid Menantang Guru di Kelas Memang Anak Berani dan Aktif

Senin, 11 Februari 2019 17:14
Murid Menantang Guru di Kelas Memang Anak Berani dan Aktif
faktainfo

Siswa yang berani menantang gurunya dan sempat merokok di dalam kelas.

Alagraph.com, - Kepala SMP PGRI Wringinanom, Rusdi membenarkan, sosok dalam video siswa yang berani menantang gurunya dan sempat merokok di dalam kelas merupakan murid di sekolahnya. 

Siswa tersebut berinisial AA (15), warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Wringinanom, Gresik, yang saat ini duduk di bangku kelas IX. 

Sementara guru yang dibuli bernama Nur Khalim (30), guru pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). 

"Benar, baik murid maupun gurunya dari sekolah kami. Saya sendiri juga kaget mengetahui hal ini, dengan video kabarnya sudah menyebar di medsos dan menuai banyak komentar," ujar Rusdi, dikutip dari kompas.com, Senin (11/2/2019).

Rusdi mengatakan, AA dikenal sebagai sosok yang kerap berani menantang Nur Khalim. "Sekarang kelas IX dan mau try out untuk persiapan Ujian Nasional. Setahu saya, dia memang biasa berani dan menggoda Pak khalim," katanya.

 "Mungkin juga karena Pak Khalim masih bujang, dan bagi dia bisa dijadikan bahan candaan. Sebab, Pak Khalim sendiri kami kenal sebagai sosok yang sabra," ujarnya. 

Nurul Hidayah, guru pelajaran Matematika di SMP PGRI Wringinanom mengatakan, AA memang kerap mengerjai Nur Khalim dan bahkan berani menantang. 

 "Saya sendiri baru empat tahun kerja di SMP PGRI Wringinanom. Anaknya memang aktif, sementara Pak Nur Khalim kan orangnya memang penyabar. Kalau saya mengajar, anaknya memang masih mau menuruti perintah, cuma kadang-kadang memang enggak ngerjain PR (pekerjaan rumah) dan sekadar maju ke depan kelas, tapi tidak mau jawab pertanyaan," kata Nurul. 

Reaksi KPAI dan Polisi

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merasa prihatin atas sikap murid di sebuah SMP di Gresik, Jatim menantang gurunya yang videonya viral di media sosial. KPAI menyoroti kurangnya pembinaan karakter terhadap murid.

"Kemungkinan ada dua faktor yang menyebabkan kejadian murid melakukan kekerasan terhadap guru di salah satu SMP di Gresik tersebut, yaitu faktor pertama disebabkan karakter siswa yang kurang terbina dengan baik di rumah maupun sekolah," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti kepada detikcom.

Menurut Retno, pola asuhan di rumah memiliki pengaruh kuat terhadap sikap anak. Retno juga menduga, anak tersebut sudah kecanduan game online.

"Bisa juga karena siswa sudah kecanduan game online yang mengandung unsur kekerasan misalnya, sehingga anak jadi tidak bisa membedakan antara perilaku di dunia maya dengan di dunia nyata," katanya.

"Terkait factor pertama ini, tentu saja dibutuhkan assessment psikologis terhadap ananda untuk mencari faktor penyebab yang bersangkutan berperilaku agresif seperti dalam video tersebut," sambungnya.

Faktor kedua, bisa muncul dari guru itu sendiri. Menurut Retno, guru yang kurang kreatif dalam mengajar bisa memengaruhi suasana dalam kegiatan belajar-mengajar.

"Bisa saja berasal dari gurunya, seperti rendahnya kompetensi paedagogik guru, terutama dalam penguasaan di kelas serta dalam menciptakan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan dan menantang kreativitas serta minat siswa," katanya.

Manajemen penguasaan kelas di antaranya adalah bagaimana guru dapat mengatasi kelasnya dengan karakter siswa yang bermacam-macam. Kemampuan manajemen penmguasaan kelas perlu di latih dan hal ini merupakan tanggungjawab Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

KPAI telah menerima banyak kiriman video tersebut. KPAI juga telah mencermati perlakuan murid yang bersikap tidak sopan kepada muridnya itu.

"KPAI menyampaikan keprihatinan atas sikap dan perilaku siswa yang mencerminkan ketidaksatunan dan tidak semestinya seorang siswa bersikap demikian pada gurunya, apalagi sang guru tampaknya hanya menegur, bukan berteriak membentak apalagi memukul. Teguran sang guru pasti ada alasannya, sebagai pendidik, mungkin sang guru ingin menegur dalam rangka mendisiplinkan siswa yang bersangkutan," katanya.

KPAI berharap ada evaluasi lebih mendalam agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"KPAI berharap ada evaluasi dan pembenahan ke depannya, tidak fokus menghukum pihak yang dianggap salah, namun mengedepankan pembinaan, baik terhadap siswa maupun sekolahnya. Anak tentunya wajib belajar dari kesalahannya, namun anak juga harus diberi kesempatan memperbaiki diri," lanjutnya. 

Kapolsek Wringinanom AKP Supiyan mengatakan pihaknya segera bertindak begitu mengetahui ada video yang viral tersebut. Terlebih ada laporan yang menyertainya.

"Ada laporan informasi dari masyarakat. Setelah itu viral, kepolisian punya peran untuk penyelidikan," kata Supiyan dikutip dari deita.

Video berdurasi 54 detik itu memperlihatkan seorang pelajar memperlakukan gurunya dengan tidak hormat. Pelajar itu seakan-akan menantang orang yang seharusnya dihormatinya.

Pelajar yang mengenakan topi itu tiba-tiba saja memegang kepala gurunya. Pelajar itu kemudian mendorong si guru dan mencengkram kerah bajunya.

Sebentar kemudian si pelajar bertingkah seakan-akan hendak memukul si guru sambil memaki. Si guru hanya diam saja melihat tingkah laku anak didiknya tersebut. Bahkan pelajar kurang ajar itu meneruskan kekurang ajarannya dengan merokok di dalam kelas.

Sementara pelajar lain tak bertindak apa-apa. Mereka tak berusaha mencegah temannya yang melakukan tindakan tercela itu. Mereka hanya tertawa saja melihat gurunya diperlakukan sedemikian rupa. 

Dengan melalui beberapa pertimbangan, akhirnya dengan melalui inisiatif kedua belah pihak dengan mediasi pihak kepolisian, kedua pihak sepakat untuk melakukan mediasi guna berdamai dan tidak memperpanjang kasus ini.

Editor: Badauni AP
Sumber: detik/kompas/alagraph

Tags: Guru Murid Pendidikan Rokok
Baca Juga:
Komentar