Pelanggaran Pemilu Boleh Diviralkan, Lalu Lapor ke Bawaslu

Kamis, 25 April 2019 09:26
Pelanggaran Pemilu Boleh Diviralkan, Lalu Lapor ke Bawaslu
Bawaslu RI

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja .

Alagraph.com- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta masyarakat terlibat mengawal pelanggaran Pemilu 2019.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja mengingatkan masyarakat melaporkan temuan dugaan pelanggaran Pemilu 2019 ke Bawaslu, usai memviralkannya di media sosial.

Bagja menyatakan, pada dasarnya mengunggah temuan dugaan pelanggaran Pemilu di dunia maya itu diperbolehkan. Dia yakin, tak ada aturan yang melarang aksi memviralkan aksi pelaranggaran lewat medsos.

Bagja juga menekankan, sebaiknya melaporkan pula ke Bawaslu aksi pelanggaran tersebut.

"Laporkan ke Bawaslu juga. Sebelum Anda viralkan, lapor ke kita dulu. Atau waktu Anda laporkan, sekaligus Anda viralkan, monggo," katanya dikutip Alagraph dari laman bawaslu.go.id.

Baca juga: Bawaslu: 33 Pengawas Pemilu Meninggal Dunia

Baca juga: Gudang KPU di Pesisir Selatan Terbakar, 10 Kotak Suara Hangus

Temuan pelanggaran yang dilaporkan masyarakat itu harus jelas rincian permasalahannya, termasuk pula lokasinya.

Secara tegas, Bagja tak akan segan kepada para pengawas Pemilu bila ditemukan melakukan pelanggaran. Menurutnya, hal tersebut menjadi koreksi dan evaluasi kritis bagi penyelenggaran Pemilu.

"Kami tidak akan melindungi pengawas kami yag bermasalah. Dari pada masa depan demokrasi kita hancur, kita tindak yang bermasalah itu," kata Bagja.

Sebagaimana laporan dugaan pelanggaran Pemilu disampaikan kepada Pengawas Pemilu paling lama 7 hari sejak diketahui terjadinya dugaan pelanggaran Pemilu.

Hal tersebut tertuang dalam aturan yang tertulis dalam Pasal 7 Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) Nomor 7 Tahun 2018. (*)

Editor: Sriwidiah Rosalina Bst
Sumber: Bawaslu

Tags: Bawaslu Pelanggaran Pemilu Pemilu 2019
Baca Juga:
Komentar