Home ยป Sains

Penjelasan LIPI Tentang Penemuan Lebah Raksasa di Maluku Utara

Jumat, 1 Maret 2019 15:18
Penjelasan LIPI Tentang Penemuan Lebah Raksasa di Maluku Utara
Ist

Ilustrasi

Alagraph.com- Menjadi pembicaraan hangat di kalangan para ilmuwan khususnya di bidang zoologi, tentang kabar ditemukannya kembali lebah raksasa Wallace atau lebah pluto Januari lalu di Maluku Utara.

Setelah ditemukan beberapa kali yaitu pada tahun 1863, 1951, 1953, 1981, dan 1991. 

Penemuan ini memberikan harapan baru di tengah cepatnya penurunan keanekaragaman jenis dan populasi serangga secara global.

Sebuah harapan baru bagi ahli serangga, di tengah cepatnya penurunan keanekaragaman jenis dan populasi serangga secara global.

Koleksi yang diperoleh tersebut disimpan di beberapa museum besar di dunia antara lain di Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat.

Merupakan spesies asli dan endemik Indonesia, namun koleksi ilmiah lebah raksasa Wallace belum tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense sebagai pusat depositori nasional sekaligus museum zoologi terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: KUR 2019 Ditarget Rp 28 Triliun untuk Petani dan Peternak

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Joeni Setijo Rahajoe mengatakan, hal ini yang akan menjadi perhatian kami untuk dapat memprioritaskan penemuan jenis-jenis langka dan endemik agar dapat menjadi referensi ilmiah bagi masyarakat Indonesia dan internasional.

Lebah ini rentan terhadap perburuan dan kepunahan. Pengambilan koleksi lebah raksasa dengan tidak memperhatikan keberadaan sarang dapat mempengaruhi keberlangsungan hidup dari generasi lebah berikutnya sehingga meningkatkan risiko kepunahan.

Baca juga: FOTO: Sampah Bertumpuk di Jalan Poros Camba Maros

Peneliti lebah Pusat Penelitian Biologi LIPI, Sih Kahono menjelaskan lebah raksasa Wallace adalah salah satu dari 456 jenis lebah yang dapat ditemukan di Indonesia dan hanya ditemukan di sejumlah pulau di Maluku Utara.

Masa mendatang diperlukan upaya konservasi yang terukur dapat memastikan kelangsungan hidup jenis tersebut dan habitatnya.

LIPI mendukung upaya semua pihak termasuk peneliti, pengamat, konservasionis, dan pihak lainnya baik dalam maupun luar negeri untuk bersama-sama memberikan perhatian kepada kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus melakukan upaya penyelamatan berbagai jenis-jenis endemik Indonesia serta jenis-jenis yang terancam punah.

Dibutuhkan kontribusi semua pihak dalam upaya pengungkapan keanekaragaman hayati, penyelamatan jenis dan habitatnya untuk menghormati dan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di Republik Indonesia. (*)

Penulis: Hardianti Jamal
Editor: Sriwidiah Rosalina Bst

Tags: Lebah Raksasa Wallace Maluku Utara LIPI
Baca Juga:
Komentar