Kartu Nikah

Pentingnya Pemberian Kartu Nikah Menurut Kemenag

Selasa, 13 November 2018 21:30
Pentingnya Pemberian Kartu Nikah Menurut Kemenag
Kemenag

Kartu nikah yang diluncurkan Kementerian Agama RI sebagai pendamping buku nikah.

Alagraph.com- Kementerian Agama belum lama ini meluncurkan kartu nikah sebagai upaya peningkatan layanan pencatatan pernikahan. 

Dikutip dari kemenag.go.id, kartu nikah akan diberikan kepada pengantin, bersamaan dengan pemberian buku nikah usai dilaksanakannya akad. 

Pemberian kartu nikah ini berlaku untuk setiap pasangan yang menikah setelah 8 November tahun ini.

"Ini diberlakukan bagi pasangan yang menikah setelah aplikasi SIMKAH Web diluncurkan pada tanggal 8 November 2018. Jadi, pengantin akan mendapatkan buku nikah dan kartu nikah sekaligus," kata Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Mohsen, di Jakarta, Senin (12/11).

Baca juga: Sekarang Visa Umrah Berlaku di Semua Kota Arab Saudi

Kartu Nikah merupakan kartu identitas nikah berbasis teknologi informasi yang mudah dibawa dan memiliki akurasi data.

“Inovasi ini diharapkan outputnya langsung dapat dirasakan masyarakat . Masyarakat kini tidak perlu repot lagi untuk membawa buku nikah, cukup kartu nikah saja,” kata Mohsen.

SIMKAH atau Sistem Informasi Manajemen Nikah adalah aplikasi berbasis online yang memuat data-data dari pasangan pengantin.

Aplikasi ini juga terhubung dengan data kependudukan dan catatan cipil (Dukcapil) yang dikelola Kementerian Dalam Negeri.

"Jadi bila seseorang dicatatkan pernikahannya di aplikasi SIMKAH, otomatis status perkawinan di data Dukcapilnya pun akan berubah," jelas Mohsen.

Baca juga: Lidah dan Koruptor

Kelebihan Kartu Nikah

Di kartu nikah terdapat kode QR yang jika discan menggunakan alat scanner, akan terbaca data-data pasangan pengantin yang langsung terhubung juga ke SIMKAH Web.

Data-data yang terekam meliputi nama pasangan, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, NIK, tanggal, dan tempat akad nikah.

"Kartu ini pun di desain dengan fitur pengaman yang baik, sehingga tidak dapat dipalsukan," ujar Mohsen.

Sebagai tahap awal, di tahun 2018, kartu nikah akan diperuntukkan bagi  pasangan menikah di 67 kota besar di Indonesia. 

“Selanjutnya, pada tahun 2019 direncanakan akan diterbitkan 2,5 juta kartu nikah,” jelas Mohsen. (Alagraph/Kemenag)

Editor: Ramdha Mawaddha
Sumber: Alagraph/Kemenag

Tags: Kartu Nikah Buku Nikah Kemenag Kementerian Agama RI
Baca Juga:
Komentar