Perhatikan Ini untuk Bisnis Ayam Potong Pola Kemitraan

Kamis, 14 Maret 2019 16:16
Perhatikan Ini untuk Bisnis Ayam Potong Pola Kemitraan
Ist

Ilustrasi ayam potong.

Alagraph.com- Bagi Anda yang ingin mencoba usaha ayam potong (broiler), tidak ada salahnya mencoba kerjasama dengan pola kemitraan. Hanya bermodalkan lahan dan pembangun kandang, perlengkapan kandang serta tenaga kerja yang diperlukan. Anda sudah bisa bermitra dengan perusahaan.

Memilih perusahaan yang tepat, dan terpenting yaitu keberhasilan dalam pemeliharaan ayam potong. Sebab apabila terjadi kegagalan panen, baik yang disebabkan karena berjangkitnya wabah penyakit atau karena sebab apapun, maka kerugian yang timbul karena kegagalan panen serta pembelian Sarana Produksi Peternakan (Sapronak) secara kredit oleh peternak, menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari peternak.

Disisi lain, pola kemitraan sebagai langkah dalam meringankan modal usaha serta menangani permasalahan fluktuasi harga. Jika tidak punya keahlian dalam melakukan pemasaran, system kemitraan menjadi solusinya.

Beternak broiler lewat cara kemitraan ada hubungan kerja antara  peternak (plasma) dengan perusahaan inti. Perusahaan inti mempunyai fungsi utama dalam suksesnya satu usaha kemitraan.

Adapun perusahaan pakan dan perusahaan inti terbesar di Indonesia adalah Charoen Pokphand dan Japfa. Selain perusahan besar ada juga perusahaan skala kecil.

Inti kemitraan berkewajiban memasok bibit atau DOC, pakan serta obat-obatan sepanjang berlangsungnya sistem budidaya broiler. Harga bibit, pakan serta obat-obatan ini umumnya mengikuti harga pasar (tidak diputuskan di kontrak). Diluar itu inti mitra juga berkewajiban memberi pendapingan pada peternak (plasma) berkaitan tata laksana manajemen budidaya.

Baca juga: Ruginya Ternak Ayam Potong dengan Bermitra Perusahaan

Peternak yang turut dalam kemitraan dikatakan sebagai plasma, berkewajiban sediakan kandang serta tenaga kerja untuk melakukan budidaya ayam potong. Ukuran kandang umumnya sudah distandarisasi oleh perusahaan inti minimum populasi ayam antara 3000, 5000 ekor atau lebih. 

Plasma tidak perlu mengeluarkan modal awal pembelian Day Old Chicken (DOC), pakan serta obat-obatan, lantaran dipasok oleh perusahaan inti, pembayarannya dikerjakan di akhir setiap periode budidaya (panen).

Harga jual ayam potong umumnya sudah diputuskan dimuka saat penandatanganan kontrak. Ketika harga ayam dipasar naik, ketika panen tetap mengacu pada harga kontrak. 

Peternak berkewajiban sediakan jaminan (bila dibutuhkan), tenaga kerja, serta cost operasional pemeliharaan. Sapronak seperti DOC (ayam usia satu hari), pakan, OVK (obat, vitamin serta vaksin), disiapkan olek perusahaan inti termasuk juga pertolongan tenaga teknisnya.

Harga sapronak serta harga jual ayam telah ditetapkan oleh perusahaan inti. Keuntungan atau kerugian peternak yaitu keseluruhan cost penggunaan sapronak dikurangi keseluruhan pendapatan penjualan ayam.

Baca juga: Perhatikan DOC Jika Ingin Bisnis Ayam Potong Mandiri Sukses

Saat ini, sangat banyak perusahaan inti yang tawarkan hubungan kerja pemeliharaan ayam broiler. Semua mentawarkan iming-iming keuntungan yang mengundang selera.

Hal semacam ini pastinya menguntungkan untuk peternak, sebab banyak terdapat pilihan kemitraan. Tetapi, seringkali peternak merasa bingung dalam memilih kemitraan mana yang terbaik serta memberi keuntungan yang terbesar serta paling adil. 

Disisi lain, plasma kadang tidak mempunyai kebebasan penuh pada usaha budidaya, lantaran semuanya system manajemen kandang, pemberian pakan, serta tehnis budidaya sudah ditata oleh perusahaan inti dengan mengantar pendamping.

Plasma tak dapat memperoleh untung besar meskipun harga ayam potong dipasaran melambung tinggi, Karena harga sudah diputuskan di dalam kontrak.

Harga pakan yang berlaku yaitu harga market, tidak sama dengan harga jual ayam. Jadi saat harga makanan ayam naik peternak mesti memikul harga tersebut di akhir periode.

Berikut persyaratan yang bisa jadikan pertimbangan dalam menentukan perusahaan inti untuk kemitraan ayam broiler:

1. Harga kontrak yang kompetitif

Dalam kemitraan ayam broiler dikenal dengan harga kontrak/harga garansi. Disetiap perusahaan inti berbeda sistem kontrak yang diberlakukan. Harga kontrak yg disebut mencakup harga pakan, DOC, OVK serta harga jual ayam hidup.

Bila peternak menginginkan menentukan perusahaan inti, pastikan yang terbesar memberi keuntungan. Mintalah contoh harga garansi dari semuanya perusahaan inti yang ada lalu dihitung serta dibanding mana yang terbesar memberi keuntungan. 

Langkahnya yaitu dengan memakai rumus HPP ayam broiler lalu dibanding dengan harga garansi ayam hidup. Makin besar selisih positifnya bermakna terbesar memberi keuntungan. Rumus HPP ayam broiler yaitu sebagai berikut :

HPP = Harga pokok produksi

FCR = Keseluruhan penggunaan pakan (kg)/keseluruhan bobot panen (kg)

HP = Harga pakan

BB = Bobot tubuh rata-rata

BO = Cost operasional per ekor

OVK = cost OVK per ekor

DOC = harga DOC

M = Mortalitas (persen tak perlu ditulis)

Untuk mengkalkulasi HPP itu, pakai beberapa anggapan capaian performa ayam. Umpamanya, FCR = 1, 52 ; BB = 1, 92 ; M = 2 persen ; OVK = 300 ; BO = Rp1. 000. Lalu dihitung HPP nya memakai harga sapronak masing-masing perusahaan inti. Harga garansi ayam hidup mesti semakin besar daripada HPP. Makin besar selisihnya berarti keuntungan makin besar.

2. Saksikan sapronak yang digunakan

Tidak hanya melihat harga garansi, peternak harus juga lihat sapronak yang dipakai. Pastikan perusahaan inti yang memakai sapronak dengan kwalitas paling baik. 

Kadang-kadang walau harga garansinya sedikit lebih kecil mungkin saja keuntungan yang didapat peternak semakin besar bila memakai sapronak paling baik lantaran peluang performa ayam yang dihasilkanya juga semakin bagus terlebih BB serta FCR-nya. 

Pakai beberapa anggapan lagi untuk mengkalkulasi besarnya keuntungan.

Umpamanya, Perusahaan A memakai pakan serta DOC yang bagus diprediksikan dapat membuahkan ayam usia 34 hari dengan BB = 2 Kg ; FCR = 1, 54 ; M = 2 persen.

Sedang Perusahan B memakai sapronak kelas 2 atau 3 hingga peluang membuahkan ayam usia 34 hari dengan BB = 1, 7 ; FCR = 1, 65 ; M =5 persen. Hasil itu input kedalam Rumus HPP, selisih paling besar bermakna yang paling diuntungkan.

3. Permodalan perusahaan

Pastikan perusahaan dengan modal yang besar hingga bila ada keadaan spesifik contoh harga jual ayam yang rendah atau ada kenaikan pakan perusahaan itu masihlah kuat jalan.

Jangan pernah pilih perusahaan inti dengan modal terbatas sebab umumnya waktu harga jual ayam hancur perusahaan tak dapat membeli pakan, mengakibatkan pemeliharaan dapat berhenti ditengah jalan atau umumnya ganti pakan dengan kwalitas yang rendah untuk menghimpit cost pakan, hingga peternak dirugikan.

4. Kecepatan panen

Cari perusahaan inti yang dapat panen dalam sekejap. Makin cepat saat panen makin baik. Umpamanya, ayam 10.000 ekor dapat panen kurun waktu 1 atau 2 hari tambah baik daripada 5 atau 6 hari.

5. Service serta kecepatan pembayaran hasil

Pastikan perusahaan yang memberi service yang baik dan cepat membayarkan hasil perhitungan untung serta rugi peternak. Peternak umumnya perlu dana cepat karna uang tersebut beberapa dapat dipakai untuk cost persiapan serta operasional untuk periode selanjutnya.

Perlu memikirkan segala sesuatunya dengan sangat matang untuk memulai bisnis yang baru. Bisnis bukanlah sebuah proses instan yang bisa dijalankan tanpa perhitungan, sebab satu saja tahapan di dalamnya tidak berjalan dengan lancar, maka keseluruhan hasilnya bisa saja tidak tercapai dengan maksimal.

Kuasai setiap tahap dan proses di dalam bisnis anda dengan sangat baik, agar anda benar-benar yakin untuk menjalankannya dengan sukses. (*)

Penulis: Hardianti Jamal
Editor: Sriwidiah Rosalina Bst

Tags: Ayam Broiler Ayam Potong Kemitraan
Baca Juga:
Komentar