Prediksi McKinsey Global Institute: 800 Juta Pekerjaan Hilang Tahun 2030

Jumat, 3 Mei 2019 10:20
Prediksi McKinsey Global Institute: 800 Juta Pekerjaan Hilang Tahun 2030
Sriwidiah Rosalina Bst/Alagraph

Sosialisasi beasiswa Digital Talent Kominfo oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Basuki Yusuf Iskandar di Hotel Arya Duta Makassar, Jumat (3/5/2019).

Alagraph.com- McKinsey Global Institute (2017) memprediksi, pada 2030, sebanyak 800 juta pekerjaan di seluruh dunia akan hilang akibat otomatisasi.

Sementara laporan World Economic Forum (2018) memaparkan Indonesia masih memiliki banyak tantangan dalam menapak Revolusi Industri 4.0.

Dari aspek kesiapan teknologi, Indonesia pada peringkat 80 dari 137 negara. 

Menghadapi hal itu, pemerintah telah berupaya mengembangkan ekosistem ekonomi digital telah diinsiasi dengan kerangka strategis dalam Making Indonesia 4.0, memangkas regulasi, dan mendorong pengembangan inovasi  digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berupaya untuk meningkatkan daya saing teknologi dengan beragam terobosan kebijakan. Mulai dari penyederhanaan regulasi hingga kebijakan afirmatif untuk pemerataan akses telekomunikasi dan internet.

Melalui Proyek Palapa Ring, pemerintah berupaya memeratakan akses layanan telekomunikasi dan internet seluruh Indonesia.

Selain infrastruktur, pemerintah juga telah menjadi fasilitator dalam mendorong kewirausahaan digital dan menumbuhkan talenta ekonomi digital. 

Di level nasional, Pemerintah Indonesia tengah merombak  kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pada Science, Technology, Engineering, the Arts, dan Mathematics (STEAM)  serta meningkatkan kualitas sekolah kejuruan.

Antisipasi Kesenjangan

Dalam revolusi industri keempat, keberadaan akses infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan sumberdaya manusia saling bertautan. Pasalnya akan muncul kebutuhan atas kecakapan baru oleh industri dewasa ini. 

Pekerjaan masa depan memerlukan keterampilan baru yang jauh berbeda. Apabila proses transisi angkatan kerja tidak dikelola dengan baik, maka kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dan keahlian yang dibutuhkan kian lebar.

"Revolusi Industri 4.0 dikhawatirkan akan kembali memangkas jumlah tenaga kerja secara besar-besaran sebagaimana terjadi pada revolusi-revolusi sebelumnya. Robot, mesin, dan aplikasi digital sudah mulai mengambil alih pekerjaan-pekerjaan manusia yang membutuhkan keterampilan dasar, mekanis, rutin, atau yang memerlukan presisi tinggi," kata Menteri Kominfo Rudiantara dikutip dari laman kominfo.go.id.

Guna memastikan penyiapan sumberdaya manusia yang selaras dengan dinamika Revolusi Industri 4.0, pemerintah selalu melibatkan pelaku dunia pendidikan, usaha, dan industri.

"Perlu diantisipasi agar tidak kembali menelan korban pengurangan jumlah tenaga kerja yang diserap dalam bisnis dan industri," tandas Rudiantara.

Indonesia memiliki keistimewaan tersendiri sebab akan lebih banyak pekerjaan yang tercipta

Editor: Sriwidiah Rosalina Bst
Sumber: Kominfo

Tags: Revolusi Industri 4.0 McKinsey Global Institute Kemkominfo
Baca Juga:
Komentar