Home ยป Sains

Presiden Soal Anggaran Penelitian Rp 26 Triliun, "Mana Hasilnya?"

Jumat, 12 Oktober 2018 19:08
Presiden Soal Anggaran Penelitian Rp 26 Triliun,
Intagram Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Alagraph.com- Presiden RI Joko Widodo blak-blakan mempertanyakan hasil riset yang dianggarakan senilai Rp 26 triliun untuk tahun ini.

Pertanyaan itu dilontarkan Jokowi saat beraudensi dengan seluruh pejabat eselon I, Eselon II, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Istana Negara Jakarta, Rabu (10/10/2018).

"Riset kita sekarang ini setahun kira-kira sudah Rp26 triliun. Saya tanya pada kementerian-kementerian hasilnya mana? Mana Rp600 miliar setahun hasilnya? Kalau saya blak-blakan Rp800 miliar untuk riset di kementerianmu mana?" kata Jokowi sebagaimana dikutip Alagraph dari Antaranews.

Untuk efisiensi anggaran, presiden berharap ekosistem di dalam kampus harus dibenahi bersama-sama dan cara-cara baru harus dikembangkan.

Caranya dengan memberikan fasilitas dan dikembangkan. Juga inovasi yang memecahkan masalah dan memberikan nilai tambah harus didukung.

Kata Jokowi, baik eselon I, eselon II, dan dosen jangan lebih sibuk mengisi form daripada mengajar.

Para peneliti lebih sibuk membuat SPJ daripada memerhatikan substansi penelitiannya.

Para Dirjen, pejabat eseolan I dan II kementerian Ristek Dikti diminta untuk memangkas persoalan rumit yang dapat memperlambat produktivitas penelitian.

"Wajib, urusan SPJ pangkas saja. Pak Dirjen, Direktur, pangkas. Saya cek nanti, saya cek ini, karena tahun depan kita sudah masuk ke (pembangunan) SDM," kata Jokowi.

Baca juga: Hanya 8 dari 62 Jurnal Elektronik Unhas yang Terakreditasi Nasional

Pemerintah akan membuat Badan Riset Nasional yang perannya sebesar 70 sampai 80 persen ada di Perguruan Tinggi.

"Sehingga anggaran riset kita menjadi jelas, larinya ke mana, hasilnya apa, outputnya apa, outcomenya apa," kata Presiden.

Bukan baru kali ini Jokowi pertanyakan hasil riset dari anggaran yang sudah dikeluarkan pemerintah.

Baca juga: Digital Talent Kominfo Gandeng Perusahaan Teknologi Global

Baca juga: Universitas Stanford Kampus Paling Inovatif Versi Reuters

April lalu, Jokowi sempat menyindir kementerian/lembaga mengenai hasil riset dari anggaran senilai Rp24,9 triliun.

Dikutip Alagraph dari Tempo.co, pertanyan Jokowi disampaikan kepada para menteri saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara Merdeka.

"Apa hasilnya Rp24,9 triliun? Saya tanya," kata Jokowi.

Jokowi meminta, ke depan, seluruh kementerian membuat trategi besar terkait penelitian dan tujuannya.

"Misalnya urusan durian. Sebelum penelitian [durian] seperti ini, setelah keluar sekian miliar duriannya jadi seperti ini. Jadi jelas bukan penelitian untuk peneliti," kata Jokowi.

Baca juga: Ini Urutan Perguruan Tinggi Penyumbang Riset Terbesar

Berdasarkan data Kemenristek Dikti, ada sepuluh perguruan tinggi penyumbang publikasi riset terbesar.

Pertama, Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang memiliki 19.900 hasil riset.

Disusul Universitas Indonesia (UI) dengan jumlah publikasi riset 9.348, Universitas Gadjah Mada (UGM) 6.465, Institute Pertanian Bogor (IPB) 4.181, dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) 4.021.

Sementara Universitas Diponegoro (Undip) 3.643, LIPI 3.576, Universitas Brawijaya Malang 2.566 dan Universitas Padjajaran (Unpad) 2.442. (Alagraph)

Editor: Sriwidiah Rosalina Bst
Sumber: Alagraph

Tags: Jokowi Pendidikan Kemenristekdikti Presiden Joko Widodo Anggaran Penelitian Riset
Baca Juga:
Komentar