Kekerasan Jurnalis

Propam Berjam-jam Periksa 3 Jurnalis Makassar Korban Kekerasan

Senin, 30 September 2019 20:08
Propam Berjam-jam Periksa 3 Jurnalis Makassar Korban Kekerasan
ist

Kuasa hukum jurnalis korban kekerasan: Abdul Kadir Wokanubun (baju putih,(tengah) didampingi Hamka dua kiri) dan Fajriani Langgeng (tiga kiri) menyerahkan bukti-bukti di ruangan Propam Polda Sulsel, Makassar, Senin (30/9/19). Foto tim/istimewa.

?Laporan: Amy Rahmi Djafar

Alagraph.com, Makassar -  Tim Propam Polda Sulsel memeriksa tiga jurnalis Makassar korban kekerasan di ruang Gakkum Propam markas Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Senin (30/9/19).

Muhammad Darwin Fathir jurnalis ANTARA, Saiful jurnalis inikata.com (Sultra) dan Isak Pasabuan jurnalis Makassar Today yang diperiksa Propam selama lebih dua jam. Ketiganya korban penganiayaan saat meliput aksi di depan Gedung DPRD Sulsel, Selasa pekan lalu.

Pemeriksaan yang dilakukan terpisah di Polda. Ketiganya didampingi tim  hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar.

"Ketiga jurnalis tersebut menjelaskan terkait kronologis kekerasan yang mereka alami pada saat peliputan," kata Abdul Kadir Wokanubun, dari tim advokasi hukum para korban.

Kadir meyebutkan, untuk korban Darwin Fatir di-BAP sebanyak 18 pertanyaan, M Saiful 20 pertanyaan di BAP, sedangkan isak 18 pertanyaan di BAP. Setelah di BAP masing-masing korban menandatangani berita acara sumpah.

"Poin-poin pertanyaan dalam BAP seputar kejadian kekerasan yang dialami oleh ketiga jurnalis oleh oknum kepolisian pada saat peliputan aksi  di depan Kantor DPRD Sulsel," tandas Kadir.

Sebelum di-BAP, tim advokasi LBH Pers Makassar menyerahkan barang bukti yang diserahkan berupa 2 video dugaan, 3 baju korban, 9 lembar hard copy foto (dua foto per lembar), soft copy 1 keping DVD, dan riwayat perawatan di RS Awal Bros.

Penyerahan barang bukti itu berasal dari dugaan kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum aparat kepolisian saat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulsel (Selasa, 24/9/2019).

Ketiga jurnalis merupakan korban penganiayaan yang dilakukan dari personel Polda Sulsel sendiri. Jurnalis tersebut dihantam polisi saat melakukan tugas liputan aksi penolakan pengesahan UU KPK dan Revisi KUHP, RUU pertanahanan, di depan Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (24/9/2019), 

Editor: Ass. Editor 07
Sumber: LBH Pers Makassar

Tags: Polda Sulsel Abdul Kadir Wokanubun LBH Pers Makassar Darwin Fathir
Baca Juga:
Komentar