Sastrawan Aslan Abidin: Rektor USU tidak Mengerti Sastra

Senin, 15 April 2019 18:06
Sastrawan Aslan Abidin: Rektor USU tidak Mengerti Sastra
Sriwidiah Rosalina Bst/Alagraph

Sastrawan yang juga dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) Aslan Abidin menyayangkan tindakan Rektor USU yang memecat pengurus pers mahasiswa Suara USU gara-gara cerpen.

Alagraph.com, Makassar- Cerpen berjudul "Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya" membuat anggota lembaga pers mahasiswa Suara USU dipecat.

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Runtung Sitepu menganggap cerpen yang dimuat di laman suarausu.co berbau pornografi dan mendukung kelompok LGBT.

Karya sastra itu ditulis Pemimpin Redaksi Suara USU Yeal Stafany Sinaga.

Sastrawan yang juga dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) Aslan Abidin menyayangkan tindakan Rektor USU.

"Rektor USU tidak mengerti sastra. Saya akan bangga kalau ada mahasiswa saya menulis cerpen seperti ini," kata Aslan dalam bincang literasi yang digelar PK Identitas Unhas di Lantai Dasar Rektorat, Senin (15/4/2019).

Baca juga: Bincang Literasi Identitas Unhas Bahas Cerpen Suara USU

Baca juga: Garda Tipikor Gelar Aksi Damai Peringati 2 Tahun Kasus Novel Baswedan

Kata Aslan, karya sastra itu merupakan gagasan. 

"Dosen selalu mencurigai pemikiran orang lain. Tidak menghargai pemikiran orang lain," kata Aslan.

Selain Aslan, bincang literasi juga menghadirkan penulis cerpen dan novel Faisal Oddong dan Firmansyah dari LBH Pers Makassar. (*)

Editor: Sriwidiah Rosalina Bst
Sumber: Alagraph

Tags: Sastrawan Aslan Abidin Cerpen Suara USU
Komentar