AG-user

AG-User

Sejarah adalah "Teknologi Tercanggih" yang Pernah Ada

Kamis, 6 Desember 2018 13:43
Sejarah adalah
AG-User (Sam'un Mukramin)

Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta Pusat, Kamis (06/12/2018)

Alagraph.com- Salah satu tugas profesional seorang Dosen adalah senantiasa melakukan kunjungan atau study wisata sebagai upaya peningkatan pengetahuan kolaboratif.

Sebagai seorang Dosen Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar juga sebagai Mahasiswa Doktor (S3) Universitas Padjadjaran Bandung, yang saat ini sedang melakukan Study Wisata di Museum Nasional Jakarta Pusat dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman sejarah culture-social.

Kunjungan ini kemudian akan diintegratifkan dengan kehidupan modernisasi dan teknologi. Berkat itu, akan menambah nilai lebih pembelajaran di ruang kelas sehingga proses tranformasi ilmu menjadi menyenangkan. 

Study wisata bertujuan di samping sebagai refreshing dari rutinitas akademik juga sebagai upaya peningkatan pengetahuan sejarah walaupun bukan dosen berlatar belakang Sejarah atau Antropologi. 

Dengan dilakukannya kunjungan atau study wisata diharapkan dosen mampu mengenal sejarah peninggalan-peninggalan orang terdahulu sebagai pertanda syukur, berkat orang tua terdahulu kita mampu merasakan dan menikmati proses perubahan zaman dan teknologi.

Pada realitasnya, kunjungan dan pengenalan situs-situs peninggalan atau sejarah biasanya hanya dilakukan ketika di sekolah-sekolah dasar atau SLTP-SLTA. Ketika sudah bekerja entah sebagai dosen atau bekerja pada sebuah instansi sulit lagi meluangkan waktu untuk melihat sejarah yang ada.

Study wisata bukan bermaksud bahwa relief dan artefak peninggalan akan berubah di museum atau meragukan pengetahuan dan pemahaman sejarah dosen yang sibuk dengan aktivitas kerja, akan tetapi melahirkan sebuah imajinatif-kolaboratif pengetahuan. Apapun latar belakang pendidikannya minimal self-reflection dalam diri bahwa keberadaan kita adalah karena keberadaan sejarah itu sendiri.

Sam'un Mukramin

Sam'un Mukramin

Pemerhati Sosial dan Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Makassar
Tags: Museum Nasional Jakarta Pusat Jakarta Pusat
Baca Juga:
Komentar