Siswa SD Pakatto Caddi Gowa Belajar Pendidikan Air

Minggu, 14 April 2019 15:13
Siswa SD Pakatto Caddi Gowa Belajar Pendidikan Air
Ist

SD Inpres Pakatto Caddi, Gowa belajar pendidikan air Mizuiku.

Alagraph.com, Gowa- Hai kawanku. Kita minum pakai air, kita mandi pakai air, kita hidup butuh air. Hai kawanku jangan buang-buang air, jangan cemari air, jangan boros pakai air. Ayo kita semua cinta air bersih.

Begitulah sepenggalan lirik yang dinyanyikan SD Inpres Pakatto Caddi, Gowa.

Mizuiku mengajak peserta didik untuk cinta dan menjaga air bersih.  Mizuiku adalah program jangka panjang tentang edukasi pelestarian air bersih dan alam persembahan Suntory dan Suntory Garuda Beverage (SGB ) untuk anak-anak Indonesia.

Sabtu, (13/4/2019) merupakan hari ketiga dari program Mizuiku di SD Inpres Pakatto Caddi. Modul pendidikan pelestarian air bersih dan alam ini disusun dan dilaksanakan untuk memastikan generasi mendatang dapat mewarisi air bersih dan alam yang asri, kaya serta melimpah. Merupakan tahap uji coba dari 96 murid SD Inpres Pakatto Caddi. 

Inpres Pakatto Caddi menjadi sahabat Mizu pertama di Indonesia. Program Mizuiku juga diberikan kepada 66 anak-anak SDN Borong Kaluku, sehingga total lebih dari 160 anak menikmati edukasi pelestarian alam dan air bersih Mizuiku di Gowa dan Makassar.

 Kebanyakan adalah anak-anak kelas 4 dan 5 SD, berumur 10-11 tahun.

Kegiatan yang berlangsung tiga hari itu terbagi beberapa sesi, pembelajaran yang dilakukan didalam kelas dan diluar kelas. 

Baca juga: Siswa di Gowa Belajar Pendidikan Air Ala Jepang

Baca juga: Toko UNIQLO Beri Voucer Belanja 15 Atlet Special Olympics Makassar

Corporate Sustainability  Director of Suntory Holding Japan, Takenobu Shiina turut menyaksikan kemeriahan pelaksanaan program edukasi Mizuiku tersebut.

Dalam sambutannya mengatakan, kami sangat berbahagia berkat bantuannya sehingga bisa menjalankan pendidikan anak-anak untuk menyampaikan bagaimana pentingnya air. 

"Berbagai macam fungsi air, masalah yang ditimulkannya pun ada.  Seperti banjir yang melanda  Kabupaten Gowa. Kami datang untuk melindungi anak-anak dari bencana air itu. Berusaha agar masyarakat setempat semakin sejahtera dan kaya. Bagaimana memelihara anak dari bahaya bencana. Senantiasa kami ingin berkontribusi untuk menciptakan yang lebih bagus," ujarnya. 

Baca juga: Mitigasi Bencana dengan Cemara Laut, Ketahui Manfaatnya

Kepala Sekolah  SD Inpres Pakatto Caddi, Caddi Sitti Rapiah  mengapresiasi terlaksananya program Mizuiku .  Berharap program ini akan berlanjut, karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta didik yaitu peserta didik  lebih paham tentang air mulai dari macam air hingga sifatnya.

Setelah Gowa, Mizuiku akan dilaksanakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan target hampir 200 anak-anak SD. Total Mizuiku direncanakan terselenggara di delapan  daerah. Selain Gowa dan Banjarmasin, Mizuiku juga akan digelar di enam daerah lainnya yaitu Tangerang, Bogor, Pati, Sidoarjo, Lampung dan Pekanbaru. 

Untuk tahun ini, SGB mentargetkan 1.000 murid dan guru dari 15 sekolah dasar di Sulsel.

Evelyn Indriani, head of corporate communications PT. Suntory Garuda Beverage mengatakan Setelah lebaran akan melakukan road show di daerah Sulsel. 

Sekolah yang akan dilakukan Mizuiku pada tahap kedua. Kita akan berkontrasi pada pendidikan air  dan sanitasinya.

Program ini mengajarkan tentang edukasi air diantaranya semua tentang air, sifat air, daur air. Permasalahan air, sampah, bagaimana menyaring air. Praktek membuat biopori sebagai wadah membuang sampah sisa sayuran. 

Pendidikan air bersih ini dimulai tahun 2004 di Jepang, Indonesia terpilih setelah vietnam. Bersama guru-guru menghadirkan anak-anak cerdas.

Pendidikan air di Gowa dibarengi dengan sanitasi, kita fokus pendidikan dan konservasi air dan daur ulang.

“Pada internal kita, penggunaan plastik sudah dikurangi. Kami sudah mengurangi 15 persen plastik produk yang dihasilkan,  jadi sudah tipis kadar plastiknya tetapi tetap aman.  Tipis namun plastiknya tetap keras sehingga aman. Ada teknologi yang kami gunakan," ujar Evelyn.

Evelyn  menambahkan,  pemerintah Gowa dan Suntory akan membangun fasilitas publik dalam hal ini adalah lingkungan, anggaran langsung dari Jepang. Dana yang dibutuhkan diawal dengan membuat proposal, sosial pendidikan, lingkungan, sarana sanitasi dan biopori.  Jepang akan mendanai setiap daerah.

Suntory Garuda Beverage memilih  Inpres Pakatto Caddi, karena Kabupaten Gowa merupakan kabupaten yang berfokus pada pendidikan di Sulsel. Selain dekat dengan pabrik kami, Gowa juga salah satu referensi lingkungan hijau. 

Produk Suntory juga punya segmen yang berbeda dan masing-masing punya pangsa pasar yang kuat. Pada 2018, okky jelly drink berkontribusi 50 persen dari perusahaanya dan diluncurkan sudah sejak lama, sudah melekat pada anak-anak Indonesia.

Okky memliki tim sepak bola yang sering medapatkan juara pada setiap pertandingannya. Solidaritas yang diapresiasi oleh negara lain, membanggakan dengan tim sepak bola yang mewakili semangat Okky. 

Takenobu Shiina  menambahkan, di Jepang program Mizuiku tetap dijalankan. Dalam pembelajaran itu, diberikan lembar kerja berupa buku gambar dan pekerjaan rumah. Tujuan dari pekerjaan rumah  agar bersama keluarga mengerjakan. 

Dengan demikian, menambahkan durasi mengedukasi anak-anak.

“Kami percaya pendidikan butuh kerjasama. Selain itu diberikan pelatihan berkala bermain dan cinta air. Orangtua akan membantu anaknya," kata Takenobu Shiina.

"Cerita teman kami di Vietnam sejak lima tahun lalu, pekerjaan rumah adalah belajar bersama untuk keluarga, metode ini berguna dan sangat efektif dalam mengubah tingkah laku terhadap air.  Kami berpusat pada bagaimana kita menjaga kebersihan air, memulai dari anak-anak untuk melindungi air. Tidak boleh membuang sampah sembarangan utamanya di sungai. Itu semua dimulai dari anak-anak,” ujarnya.

Disela-sela kegiatan dimeriahkan dengan games dancer. Mengajarkan cara menanam pohon dipekarangan, membuat biopori dirumah. Membuang sampah ditempat sampah. Kenapa buang sampah tidak boleh sembarangan, sebab menyebabkan banjir, menyebabkan penyakit, kelangkaan air bersih, supaya tidak tercemar. 

Pesan lainnya, keran air dimatikan saat gosok gigi supaya airnya tidak terbuang sia-sia. Menggunakan air bekas mencuci beras bisa dipakai untuk menyiram tanaman.  Segera  memperbaiki keran yang bocor dirumah, serta mencuci buah dan sayur dalam baskom berisi air bukan keran mengalir. (Hardianti Jamal/Alagraph)

Penulis: Hardianti Jamal
Editor: Sriwidiah Rosalina Bst
Sumber: Alagraph

Tags: Mizuiku Pendidikan Air Mitigasi Bencana Gowa
Baca Juga:
Komentar