Susi Berharap Nelayan Patuhi Aturan yang Telah Ada

Senin, 11 Februari 2019 13:06
Susi Berharap Nelayan Patuhi Aturan yang Telah Ada
kip

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Alagraph.com, - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, berharap agar tak ada lagi pelanggaran terhadap peraturan yang telah diterapkan. 

Ia mengimbau pelaku usaha perikanan untuk melaporkan hasil tangkapan ikan sebagaimana mestinya; tidak melakukan penangkapan terhadap baby tuna dan benih lobster (benur), tidak membuang sampah ke laut, dan tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang maupun jenis pelanggaran lainnya.

“Saya berharap Trenggalek bisa melakukan perbaikan-perbaikan sehingga pemerintah dengan leluasa membantu. Ibu-ibu silakan bikin koperasi yang bikin kerupuk, yang bikin pindang, yang bikin apa. Bapak-bapak juga bikin koperasi minta bantuan alat tangkap monggo, pakai BLU silakan. Namun saya berharap, bapak Ibu semua bisa mengapresiasi kerja pemerintah dengan mematuhi aturan yang telah diterapkan,” kata Susi, Senin (11/2/2019).

Dikutip dari kkp, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berkomitmen untuk mendukung dan menyejahterakan stakeholders kelautan dan perikanan, salah satunya dengan memberikan bantuan pemerintah. 

Secara Nasional, penyaluran kredit perbankan hingga triwulan III tahun 2018 berjumlah 82.273 debitur dengan nominal outstanding sebesar Rp5,3 triliun. Di sisi lain, BLU-LPMUKP telah menyalurkan kredit sebesar Rp103,3 miliar kepada 6.835 penerima. Khusus di provinsi Jawa Timur telah diberikan kepada 392 penerima kredit BLU-LPMUKP sebesar Rp7,2 miliar.

Sampai triwulan III tahun 2018, realisasi penyaluran kredit sektor penangkapan ikan di provinsi Jawa Timur sebesar Rp593,9 miiar dengan jumlah sebanyak 5.937 debitur. Khusus di Kabupaten Trenggalek, pada kurun waktu tersebut sebanyak 65 debitur dengan realisasi kredit sebesar Rp2,5 miliar. Dari jumlah tersebut, 2 (dua) bank merupakan kreditur utama yaitu Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp2,1 miliar dan Bank BPD Jawa Timur sebesar Rp389,4 juta.

Di PPN Prigi juga telah terbangun TPI higienis dengan anggaran sebesar Rp2,7 miliar. Pembangunan TPI ini dimulai sejak tahun 2002. Pada tahun anggaran 2017 dilakukan rehabilitasi dengan biaya sebesar Rp1,5 miliar dan dilanjutkan dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp193 juta guna keperluan pengecatan dengan menggunakan epoxy untuk mendukung penggunaan TPI higienis yang lebih baik.

Selain itu juga dibangun kios ikan nelayan pada tahun anggaran 2018 di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pondok Dadap. Pembangunan ini termasuk sarana pendukung (jalan kawasan, tempat ibadah, toilet, kantor TPI higienis, genset, tempat sampah, dan fasilitas lainnya) menelan biaya sebesar Rp15,4 miliar.

Pemerintah juga merealisasikan SeHAT (Sertifikat Hak Atas Tanah) Nelayan untuk wilayah Trenggalek sebanyak 200 bidang pada tahun 2018. 

Capaian penerbitan SeHAT Nelayan tahun 2018 secara nasional sebanyak 16.960 bidang tanah nelayan dengan 2.206 bidang pada Provinsi Jawa Timur. 

Target penerbitan sertifikat tahun 2019 secara nasional sebanyak 15.000 bidang, Jawa Timur 1.600 bidang, dan Kab. Trenggalek 100 bidang tanah.

Menteri Susi juga menyerahkan kartu asuransi nelayan tahun 2018 secara simbolis kepada 5 orang dan kartu KUSUKA (pelaku usaha kelautan dan perikanan) kepada 10 orang. 

Di Trenggalek, 17.780 orang nelayan telah terlindungi dari target sebanyak 59.500 orang nelayan sehingga nilai pertanggungan berhasil mencapai nilai sebesar Rp3,11 miliar.

KKP melalui Ditjen Perikanan Tangkap juga melaksanakan kegiatan pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan jiwa wirausaha wanita nelayan (istri/putri nelayan).

Mengembangkan usaha ekonomi produktif sebagai mata pencaharian alternatif (MPA). 

Kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan nelayan melalui MPA. 

Perlengkapan kegiatan yang dibagikan diharapkan dapat bermanfaat untuk menunjang kegiatan wanita nelayan dalam mengembangkan usahanya.

 

Editor: Badauni AP
Sumber: kkp/alagraph

Tags: Kementerian Kelautan dan Perikanan Nelayan Susi Pudjiastuti
Baca Juga:
Komentar