Tercatat 14.487 Korban Banjir Bandang Masamba

Jumat, 17 Juli 2020 16:17
Tercatat 14.487 Korban Banjir Bandang Masamba
Basarnas

Evakuasi korban meninggal akibat banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Jumat (17/07/2020). Foto dok. Basarnas.

Laporan: Nurdin Amir

Alagraph, Masamba - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menetapkan status tanggap darurat selama 30 hari, terhitung dari 14 Juli hingga 12 Agustus 2020. Hal ini dilakukan untuk melancarkan proses penanganan korban bencana banjir bandang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Jumat (17/07/2020) sebanyak 32 orang dilaporkan meninggal dunia. Tercatat 13 orang di antaranya masih dalam proses pencarian.

Korban terdampak dan mengungsi sebanyak 3.627 KK atau 14.487 jiwa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni, di Kecamatan Masamba, Baebunta dan Sabbang.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengatakan saat ini tim SAR gabungan masih fokus melakukan pencarian korban yang hilang tertimbun tanah akibat banjir bandang dan membantu warga di tempat pengungsian.

“Kondisi hari ini masih kita terus lakukan pencarian, karena masih ada laporan warga yang masih hilang. Jadi ada memang beberapa lokasi itu masih tertumpuk material, karena kami fokus pencarian orang hilang. Kemudian evakuasi warga yang masih bertahan. Kita edukasi untuk mengantisipasi potensi terjadi bencana susulan. Mengingat curah hujan di hulu masih terjadi dan intesitasnya masih cukup tinggi,” kata Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani kepada Alagraph, Kamis (17/07/20).

Selain fokus proses pencarian korban yang masih belum ditemukan dan penanganan pengungsian. Pemerintah bersama tim SAR gabungan, TNI/Polri dan relawan berupaya membuka akses jalan nasional dan daerah terisolir ditargetkan 1 hingga dua pekan ke depan.

“Kami juga fokus untuk membuka akses jalan nasional dulu ini, dan targetnya dalam 1 – 2 minggu ini sudah bisa selesai untuk pembersihan terutama pembersihan kota. Untuk daerah desa yang terisolir, yang belum terjangkau akibat putusnya beberapa jembatan ya. Ada jembatan beton yang terputus yang menghubungkan beberapa desa. Kemudian ada beberapa jembatan gantung, kami sudah mendapatkan jalan-jalan alternatif menuju titik-titik tersebut. Dan Insya Allah mulai hari ini kita mulai salurkan bantuan, paling tidak untuk bantuan logistiknya,” kata Indah Putri.

Pemeritah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang melakukan pendataan kepada rumah warga yang terdampak. Indah Putri menuturkan, perlu kajian dan pertimbangan teknis apakah kawasan yang terdampak banjir bandang masih layak untuk dijadikan tempat pemukiman warga.

“Nah, kemudian untuk pembenahan rumah memang kita baru mendata, karena sekali lagi kondisinya kan penuh. Ini kan rata betul ya. Tentu butuh pertimbangan teknis dan kami sudah koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dengan pemerintah pusat, provinsi sampai di daerah dengan TNI dan Polri untuk melakukan upaya pembersihan. Tapi memang tidak bisa segera, karena cukup banyak rumah yang terdampak," katanya.

Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Senin lalu (13/07/2020) berdampak di enam kecamatan yakni Kecamatan Masamba, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, Malangke Barat dan Sabbang.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah bersama Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe dan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka melakukan pemantauan dari udara yang menunjukkan kerusakan sejumlah infrastukur dan pemukiman warga akibat Banjir Bandang dan juga memantau kondisi warga yang mengungsi.

Nurdin Abdullah, mengungkapkan turut prihatin atas kejadian banjir bandang yang menimpa warga di Luwu Utara. Dan akan melakukan langkah-langkah dalam penanggulangan bencana ini, terutama proses pencarian korban yang belum ditemukan dan memastikan logitik hingga jaringan listrik.

“Langkah awal kita adalah mencari keluarga yang belum ditemukan. Itu dulu. Yang kedua, kami pastikan logistik tersedia dan air bersih. Ketiga, kita pulihkan cepat listrik, jaringan, sehingga kita berhubungan dengan keluarga. Bagaima pun jadingan itu sangat penting. Karena keluarga pasti khawatir yang mau menghubungi keluarganya disini,” ujar Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, usai mengunjungi warga korban banjir bandang di pengungsian, Kamis, 16 Juli 2020.

Melalui Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Presiden RI Joko Widodo sudah memerintahkan Panglima TNI, Menteri PU dan Kepala BNPB Pusat datang ke Luwu Utara untuk membantu dan menyelamatkan masyarakat dalam kodisi pasca banjir bandang saat ini.(*)

Penulis: Nurdin Amir
Editor: Ilham Mangenre
Sumber: Alagraph

Tags: Banjir Bandang Banjir bandang Masamba Luwu Utara Indah Putri Indriani Nurdin Amir
Baca Juga:
Komentar