VIDEO Ketika Wahyu Penamatan Hafalan 30 Juz

Jumat, 4 Januari 2019 18:56

Alagraph.com, MakassarSiswa Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar Wahyu Saputra menamatkan hafalan Alquran 30 Juz. 

Penamatan Wahyu dilangsungkan di masjid pondok pesantren milik Iqbal Djalil di Jl. KH. Abd. Djabbar Ashiry No 1 Gombara Makassar, pada 29 Desember 2018.

Siswa kelahiran Pangkep, 16 November 2003 itu merupakan anak sulung dari pasangan Rina dan Samsu.

Ayah Wahyu meninggal dunia akibat kecelakaan di Mamuju, Sulbar, pada 19 Mei 2005 silam.

Kebersamaannya dengan sang ayah tidak berlangsung lama.


Baca juga: Wahyu Saputra, Remaja Hafal Alquran untuk Bahagiakan Almarhum Ayahnya

Baca juga: Remaja Asal Pangkep Wahyu Saputra Khatam Alquran 30 Juz

Kendati demikian, Wahyu tetap punya niat membahagiakan orangtuanya. Harapan Wahyu, sang ayah bisa ikut bahagia setelah dirinya berhasil menghafalkan Alquran 30 juz.

"Dulu tidak ada sekali niatku mau hafal Alquran, gara-gara ceramahnya ustazku, itu kalau menghafal Alquran nak dikasih nanti orangtuanya baju yang terangnya na kalah terang sinar matahari," kata Wahyu saat diwawancara Alagraph pada 7 Juni 2018.

Terancam Tidak Naik Kelas

Sejak awal gabung di pesantren tingkat sekolah menengah pertama, Wahyu sama sekali belum bisa membaca Alquran.

Namun, dirinya disarankan untuk melanjutkan pendidikan di pesantren oleh guru ngajinya di Pangkep, kampung halaman Wahyu.

"Alasannya karena bagus suaraku tapi tidak pintar paka mengaji," kata Wahyu kepada Alagraph, Minggu (17/6/2018).

Setelah masuk sekolah, syarat untuk naik kelas di pesantren milik Iqbal Djalil ini adalah bisa menghafal Alquran.

Jangankan hafal, Wahyu ketika itu membaca huruf hijaiyah saja tidak bisa.

"Diancam ka tidak naik kelas dua karena tidak bisa ka mengaji,  menyanyi saja waktu itu ku tau," kata Wahyu.

Ustaz Wahyu, Nasru Rohman kala itu membimbing Wahyu membaca Alquran pun merasa pusing dan kebingungan.

"Disuruh ka ambil Alquran, percuma ji ustaz tidak ku tau mentong bacai.  Langsung stres ustazku," cerita Wahyu.

Untuk mata pelajaran selain Alquran, Wahyu memperoleh nilai 90 tapi nol untuk mata pelajaran Alquran.

"Na bilang ustazku, percuma ji kau pintar IPA IPS tapi tidak tau ko mengaji nak, itu syarat naik kelas," Wahyu meniru ucapan ustaznya.

Hingga hati sang guru luluh terhadap Wahyu dan memberikan kesempatan untuk tetap naik kelas melihat dirinya dianggap punya semangat belajar.


Di bangku kelas dua, Wahyu mulai belajar dari Iqro dan mulai mengenali huruf hijaiyah.

Hingga  di bacaan Iqro tiga, Wahyu tergerak untuk langsung melafalkan Alquran karena mendapat motivasi tentang keutamaan orang yang hafal Alquran.

"Jadi saya cuma baca sampai Iqro tiga, habis itu langsung ma hafal. Seumur hidupku belum pernah pa hatam baca,  na sudah saya hafal mi 25 juz," kata Wahyu. (Alagraph/Widya) 

Penulis: Sriwidiah Rosalina Bst
Editor: Sriwidiah Rosalina Bst
Sumber: Alagraph

Tags: Pangkep Pesantren Darul Aman Gombara Makassar Wahyu Saputra Makassar
Baca Juga:
Komentar