AG-user

Acara Virtual Komunitas Indonesia Pencerah Pecahkan Rekor MURI

Minggu, 26 Juli 2020 17:22
Acara Virtual Komunitas Indonesia Pencerah Pecahkan Rekor MURI
AG-User (Wandi Janwar)

Istimewa

Kegiatan ini sekaligus mencetak rekor MURI, sebagai event virtual dengan peserta terbanyak dengan menghadirkan 1188 peserta dari seluruh Indonesia dengan 100 di antaranya merupakan pemuda-pemudi inspiratif dari berbagai latar belakang, seperti penghafal Alquran, duta budaya, youtuber, founder, siswa/mahasiswa berprestasi, dokter, musisi, penulis, dan masih banyak lagi. Event ini juga menghadirkan berbagai peserta dari luar Indonesia seperti Malaysia, Filipina, Turki, Netherland, Jerman, India, Inggris Raya, Arab Saudi.

Adapun beberapa tokoh inspiratif di antaranya Amalia Sobli SKg MBA anggota DPD RI, Rizky Emirdhani Utama yang merupakan relawan Kurir Kebaikan Indonesia, Harris Nizam seorang sutradara film dan duta perdamaian, serta Dr H Adhayaksa Dault MSi yang merupakan Menpora RI 2004-2009 dan menjadi pembicara di virtual event ini.

Dr Purmansyah Ariadi MHum selaku general mentor Komunitas Indonesia Pencerah, memulai kegiatan ini dengan menyampaikan, generasi muda mempunyai kecerdasan vertikal atau hubungan kepada Sang Pencipta, kecerdasan horizontal atau hubungan kepada orang-orang disekitarnya, dan juga kecerdasa emosional, atau mampu mengendalikan diri dan memberikan manfaat bagi orang banyak. Ia berharap agar kegiatan ini mampu menginspirasi generasi muda.

M. Hafidz Al-Furqan, founder Komunitas Indonesia Pencerah juga menyampaikan, tujuan komunitas ini sangatlah besar, anak muda mempunyai potensi masing-masing dan komunitas ada untuk memberikan wadah bagi para pemuda hebat untuk mengambil peran bagi bangsa Indonesia. Lanjut, Hafidz menjelaskan jika aka nada program 1.000 Founder dimana para generasi muda dari berbagai lata belakang dapat membentuk komunitasnya sendiri.

“Bukan rekor muri yang jadi tujuan kami, tetapi apa dampak dan hasil dari event ini yang jadi tujuan utama kami. Kami berharap komunitas Indonesia Pencerah akan lebih memberikan makna bagi bangsa dan pastinya kami ingin merangkul pemuda-pemuda hebat di Indonesia. Mari kita jadi anak muda yang berprestasi, jangan sampai tua tanpa prestasi. Anak muda harus menjadi solusi, ” tambahnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Amalia Sobli. Dijelaskan kalau manusia sejak muda sudah harus punya mimpi ataupun visi, karena akan bisa mengarahkan kita dalam pilihan yang muncul nantinya. Menurutnya, pilihan itu seperti relasi, pasangan, dan kebiasaan yang akan terbentuk.

“Saya berharap ini menjadi sesuatu yang berulang-ulang sehingga memotivasi dan terjadilah eksekusi. Ada banyak pemuda hebat di luar sana tetapi tidak muncul ke permukaan karena tidak melaukan eksekusi,” ujarnya.

Kemudian pemateri kedua, Rizky yang merupakan relawan Kurir Kebaikan Indonesia melanjutkan bagaimana peran pemuda terhadap kerelawanan. Dimulai dengan menjelaskan bahwa anak muda berperan sebagai ujung tombak. Dalam hal ini, bagaimana kolaburasi pemuda dengan bangsa ini. “Kebaikan itu tidak pantas untuk dikomentari dan tidak untuk dikoreksi. Relawan bukan harus tentang turun ke lapangan, bukan beramai-ramai memberi sembako, dan bukan tentang siapa yang paling aktif dan  paling membantu,” ungkapnya.

Selanjutnya, Harris Nizam melanjutkan materi dengan menjelaskan setiap pemuda adalah influencer ataupun inspirasi bagi orang lain. Jika seseorang sudah memiliki sebuah akun sosial media dan mempunyai pengikut di sana, maka dia adalah influencer. Yang berbeda adalah seberapa banyak yang mengikuti atau seberapa besar dampaknya.

Terakhir, materi disampaikan oleh Adhayaksa. Menurutnya, proses yang dilakukan pemuda hari ini akan menentukan bagaimana dia di mana depan, masalah sekarang adalah banyak pemuda yang ingin instan, tiba-tiba jadi pemimpin karena kedekatannya dengan orang yang berpengaruh. Tanpa ada proses karena tidak sabar menunggu mimpinya.

“Seseorang yang menapaki anak tangga demi anak tangga menuju kesuksesannya, maka dia akan duduk lama di atas kesuksesannya itu. Namun, orang yang menaiki lift untuk mencapai kesuksesannya akan cepat juga jatuhnya,” pesan Adhayaksa.

Reno, Mahasiswa Ilmu Kelautan, FIKP Unhas.

Wandi Janwar

Wandi Janwar

Mahasiswa Fisika Universitas Hasanuddin
Tags: MURI Komunitas Indonesia Pencerah
Baca Juga:
Komentar